ayat-ayat-Mu masih terdengar merdu
dari corong-corong langgar dan masjid kampung
oleh para abdi dalam balut sederhana jiwa
kesederhanaan yang memungkinkan mereka
mendawamkan daras ayat-ayat-Mu
Di kamarku aku tetap saja tak mampu
mendaras ayat-ayat tertulis-Mu
apalagi ayat-ayat terhampar-Mu
Terpuruk aku akan kebimbangan atas garis-Mu
apa yang kuanggap yakin mulai ku ragu
terbelit ingin untuk pastikan sesuatu
meski ku tahu itu bukanlah hakku
Lantunan ayat-ayat dari langgar dan masjid
kembalikanku pada nyata
akan pentingnya renungi makna
bukan sekedar baca
akan hidup yang mesti jelas arahnya
tertera dalam firman-firman terbaca
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 Oktober 2012
Rabu, 07 September 2011
aku kini
di antara sombong dan angkuh
aku masih berdiri patuh
di puncak tinggi hati
aku masih asyik menari
lupa akan kerendahan hati
lupa mesti menundukkan dahi
kepala tegak mendongak
wajah keras menantang
mata tajam memandang
tak sempat kendurkan urat leher
agar kepala mampu menunduk santai
tak ingat wajah perlu dilembutkan
biar sejuk orang memandang
benarlah segala Firman-Mu
manusia mampu menjadi batu
bahkan lebih keras dari batu
ketika hati dikendalikan nafsu
aku masih berdiri patuh
di puncak tinggi hati
aku masih asyik menari
lupa akan kerendahan hati
lupa mesti menundukkan dahi
kepala tegak mendongak
wajah keras menantang
mata tajam memandang
tak sempat kendurkan urat leher
agar kepala mampu menunduk santai
tak ingat wajah perlu dilembutkan
biar sejuk orang memandang
benarlah segala Firman-Mu
manusia mampu menjadi batu
bahkan lebih keras dari batu
ketika hati dikendalikan nafsu
Selasa, 23 Agustus 2011
mencoba muhasabah
Aku bertanya pada ikhlasku
adakah engkau berada di balik semua tindakanku
aku bertanya pada tulus hatiku
adakah engkau melandasi tiap langkahku
aku bertanya pada jujurku
adakah engkau ada di tiap ucapanku
semua diam
semua membisu
tak ada jawaban
tak ada anggukan
tak ada gelengan
telah membekukah hati
hingga ikhlas
tulus dan
jujur
tak mampu menanggapi?
telah membatukah jiwa
hingga ikhlas
tulus dan
jujur
tak lagi bergerak ke sana kemari
melandasi
mengisi
memenuhi
aku kembali mempertanyakan makna
kehadiran jiwa dalam raga
aku kembali mempertanyakan arti
adanya hati dalam diri
Langganan:
Postingan (Atom)