mendengar lantun ayat-ayat disuarakan
dari bibir-bibir mungil di surau pinggiran
indah tak terperikan
bersama bening suara penuh keikhlasan
mendengar lantun ayat-ayat keagungan
dari bibir-bibir mungil di pergantian jaman
menetes sejuk embun kehambaan
menembus relung hasrat pengabdian
menunduk angkuh nafsu kesombongan
ku coba kembali mengulang lantunan
ku ambil kitab ku buka dan ku baca
ternyata suaraku tak semerdu bibir-bibir mungil itu
ternyata getarku tak mampu menembus dinding kalbu
entahlah...
meski senyum menyelimuti malamku
getar lantunanku tak mampu menggetar sukma
entahlah....
ataukah mungkin ikhlas tak ku punya?
apakah karena ku tak mampu tunduk dengan sempurna?
Tampilkan postingan dengan label interospeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label interospeksi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Maret 2012
Selasa, 23 Agustus 2011
mencoba muhasabah
Aku bertanya pada ikhlasku
adakah engkau berada di balik semua tindakanku
aku bertanya pada tulus hatiku
adakah engkau melandasi tiap langkahku
aku bertanya pada jujurku
adakah engkau ada di tiap ucapanku
semua diam
semua membisu
tak ada jawaban
tak ada anggukan
tak ada gelengan
telah membekukah hati
hingga ikhlas
tulus dan
jujur
tak mampu menanggapi?
telah membatukah jiwa
hingga ikhlas
tulus dan
jujur
tak lagi bergerak ke sana kemari
melandasi
mengisi
memenuhi
aku kembali mempertanyakan makna
kehadiran jiwa dalam raga
aku kembali mempertanyakan arti
adanya hati dalam diri
Sabtu, 02 April 2011
mulailah...
menjadi malu pada diri
tersipu saat ditagih janji
bukan oleh orang lain
tapi oleh diri sendiri
seribu janji terucap pada diri
seribu niat dicanangkan ke hati
bukan untuk orang lain
melainkan untuk diri sendiri
menjadi malu sendiri
saat ingkar disadari
cukup satu untuk mulai
tak perlu pikir waktu
tak usah pusingkan masa
cukup penuhi satu untuk mulai
paksa saja
tak usah gerah
meski tetap saja sangat susah
menjadi malu pada diri sendiri
bisa-bisanya bohongi hati
tersipu saat ditagih janji
bukan oleh orang lain
tapi oleh diri sendiri
seribu janji terucap pada diri
seribu niat dicanangkan ke hati
bukan untuk orang lain
melainkan untuk diri sendiri
menjadi malu sendiri
saat ingkar disadari
cukup satu untuk mulai
tak perlu pikir waktu
tak usah pusingkan masa
cukup penuhi satu untuk mulai
paksa saja
tak usah gerah
meski tetap saja sangat susah
menjadi malu pada diri sendiri
bisa-bisanya bohongi hati
Langganan:
Postingan (Atom)