hingga....
di titik di mana aku tak lagi mampu cerita
ketika terlalu banyak hal yang ingin ku ceritakan
hingga....
di titik di mana aku tak lagi mampu menulis apapun
ketika terlalu banyak beban yang ingin kulepaskan
hanya desah panjang tertahan
saat pening tak lagi tertahankan
hanya kata ah.......yang mampu ku tuliskan
ketika sesak menekan dada dan perasaan
lalu...
tertunduk dalam dengan desah panjang
sambil terbisik sebuah harapan
'Ya Allah
kuatkan hati dan pikirku
teguhkan yakin dan jiwaku'
amin...
Senin, 12 November 2012
Sabtu, 10 November 2012
Surabaya, 67 Tahun Silam
pagi ini 67 tahun lalu
tepat setelah subuh
para orang tua mengumpulkan pemuda
membakar semangat mereka
untuk merelakan jiwa raga
demi menjunjung nama bangsa
pagi ini 67 tahun tahu
para orang tua mengusap kepala anak-anaknya
menghembuskan doa di ubun-ubun mereka
melepas mereka menuju medan laga
demi membela harga diri bangsa
pagi ini 67 tahun lalu
ribuan pemuda bergelombang
menuju Surabaya
ribuan pemuda bertelanjang dada
membawa apa saja sebagai senjata
merelakan diri sebagai benteng hidup
untuk mempertahankan Surabaya
pagi ini 67 tahun lalu
pemuda bernama Sutomo mengobarkan gelora
semangat para pemuda untuk berkorban demi bangsa
mempertahankan tiap jengkal tanah Surabaya
sebelum kemudian berlari ke tengah arena
di baris paling depan memimpin para pemuda
mempertahankan Surabaya
mempertahankan kemerdekaan bangsa
mempertahankan harga diri bangsa
pagi ini 67 tahun lalu
nyawa tak ada artinya bagi pemuda
semua direlakan demi kebanggaan sebagai bangsa
tak ada ingin untuk dipuja
tak ada ingin untuk dibangga
tak ada ingin untuk segala hasrat dunia
semua demi mempertahankan bangsa
menjaga kedaulatannya
melindungi harga dirinya
Oh...begitulah pemuda 67 tahun silam
lalu bagaimana dengan pemuda sekarang?
Ah...entahlah....
kalian tentu lebih fasih untuk memberi jawaban
tepat setelah subuh
para orang tua mengumpulkan pemuda
membakar semangat mereka
untuk merelakan jiwa raga
demi menjunjung nama bangsa
pagi ini 67 tahun tahu
para orang tua mengusap kepala anak-anaknya
menghembuskan doa di ubun-ubun mereka
melepas mereka menuju medan laga
demi membela harga diri bangsa
pagi ini 67 tahun lalu
ribuan pemuda bergelombang
menuju Surabaya
ribuan pemuda bertelanjang dada
membawa apa saja sebagai senjata
merelakan diri sebagai benteng hidup
untuk mempertahankan Surabaya
pagi ini 67 tahun lalu
pemuda bernama Sutomo mengobarkan gelora
semangat para pemuda untuk berkorban demi bangsa
mempertahankan tiap jengkal tanah Surabaya
sebelum kemudian berlari ke tengah arena
di baris paling depan memimpin para pemuda
mempertahankan Surabaya
mempertahankan kemerdekaan bangsa
mempertahankan harga diri bangsa
pagi ini 67 tahun lalu
nyawa tak ada artinya bagi pemuda
semua direlakan demi kebanggaan sebagai bangsa
tak ada ingin untuk dipuja
tak ada ingin untuk dibangga
tak ada ingin untuk segala hasrat dunia
semua demi mempertahankan bangsa
menjaga kedaulatannya
melindungi harga dirinya
Oh...begitulah pemuda 67 tahun silam
lalu bagaimana dengan pemuda sekarang?
Ah...entahlah....
kalian tentu lebih fasih untuk memberi jawaban
Jumat, 09 November 2012
M.E.R.I.N.D.U
aku merindu
hingga tak ada kata yang mampu
ungkapkannya
aku merindu
hingga tak ada kalimat mampu
jelaskannya
aku merindu
hingga jajaran huruf tak lagi
miliki makna
aku merindu
hingga syair kehilangan keindahannya
aku merindu
dalam hening malam-malamku
aku merindu
menuju asal segala sesuatu
aku merindu
pada cinta yang menghidupkanku
aku merindu
sungguh aku merindu
hingga tak ada kata yang mampu
ungkapkannya
aku merindu
hingga tak ada kalimat mampu
jelaskannya
aku merindu
hingga jajaran huruf tak lagi
miliki makna
aku merindu
hingga syair kehilangan keindahannya
aku merindu
dalam hening malam-malamku
aku merindu
menuju asal segala sesuatu
aku merindu
pada cinta yang menghidupkanku
aku merindu
sungguh aku merindu
Langganan:
Postingan (Atom)