aku merindu
hingga tak ada kata yang mampu
ungkapkannya
aku merindu
hingga tak ada kalimat mampu
jelaskannya
aku merindu
hingga jajaran huruf tak lagi
miliki makna
aku merindu
hingga syair kehilangan keindahannya
aku merindu
dalam hening malam-malamku
aku merindu
menuju asal segala sesuatu
aku merindu
pada cinta yang menghidupkanku
aku merindu
sungguh aku merindu
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 November 2012
Kamis, 25 Oktober 2012
kala kembang jeruk mulai mekar
wangi bunga jeruk depan rumah
menebar wangi menembus dinding kayu
ku hirup dalam-dalam
mata terpejam
berjalan susuri lorong waktu
menuju saat kau belai daun
dengan senyum harapan akan kembang
berakhir pada buah siap dimakan
badan tergetar
lintasi ruang lintas alam
menuju waktu itu
saat kau katakan padaku
engkau segalanya bagiku
keringat bercucuran
tembus hijab antar zaman
menuju saat kau ceritakan padaku
bahwa tanaman juga butuh kasih sayang
masih saja mata terpejam
badan tergetar
keringat bercucuran
masih saja ku hidup dalam-dalam
aroma kembang jeruk di halaman depan
menebar wangi menembus dinding kayu
ku hirup dalam-dalam
mata terpejam
berjalan susuri lorong waktu
menuju saat kau belai daun
dengan senyum harapan akan kembang
berakhir pada buah siap dimakan
badan tergetar
lintasi ruang lintas alam
menuju waktu itu
saat kau katakan padaku
engkau segalanya bagiku
keringat bercucuran
tembus hijab antar zaman
menuju saat kau ceritakan padaku
bahwa tanaman juga butuh kasih sayang
masih saja mata terpejam
badan tergetar
keringat bercucuran
masih saja ku hidup dalam-dalam
aroma kembang jeruk di halaman depan
Senin, 03 Oktober 2011
kala rindu ingin mengadu
akulah rindu
menderu-deru
menggebu-gedu
bergulung-gulung
tak akan reda badaiku
hingga diurai tonggak pertemuan
tak mungkin mengecil hasratku
sampai bertemu relung perjumpaan
tak akan pudar gelombangku
kecuali melandai di pantai sua
akulah rindu
semakin menggila sepanjang waktu
semakin meronta di belantara jiwa
semakin dahsyat hantamannya
akulah rindu
sepanjang waktu
menderu-deru
menggebu-gedu
bergulung-gulung
tak akan reda badaiku
hingga diurai tonggak pertemuan
tak mungkin mengecil hasratku
sampai bertemu relung perjumpaan
tak akan pudar gelombangku
kecuali melandai di pantai sua
akulah rindu
semakin menggila sepanjang waktu
semakin meronta di belantara jiwa
semakin dahsyat hantamannya
akulah rindu
sepanjang waktu
Minggu, 02 Oktober 2011
untuk sebuah nama (lagi)
Sepi menjebak diri
yakin seakan sirna pergi
aku termangu sendiri
resapi segala resah yang me nghampiri
inilah garis yang mesti ku jalani
fikir jangan sampai terbebani
akhiri semua dengan penyerahan sejati
Untuk titah
letakkan kepala di atas sajadah
yang lainnya biar sajalah
asal akhirnya tunduk berserah
yakin seakan sirna pergi
aku termangu sendiri
resapi segala resah yang me nghampiri
inilah garis yang mesti ku jalani
fikir jangan sampai terbebani
akhiri semua dengan penyerahan sejati
Untuk titah
letakkan kepala di atas sajadah
yang lainnya biar sajalah
asal akhirnya tunduk berserah
untuk sebuah nama
Supaya teguh dalam perjalanan
yakin akan mungkin wujud segala angan
ajarkan tekad tak tertahankan
ragu jangan jadi pertimbangan
impian menunggu untuk diwujudkan
fikir hanya sudut kebaikan
abaikan segala yang berbau penegasian
Untuk cinta aku bertahan
lalui segala halang rintang
yakin semoga jadi jaminan
agar langkah tak putus di jalan
yakin akan mungkin wujud segala angan
ajarkan tekad tak tertahankan
ragu jangan jadi pertimbangan
impian menunggu untuk diwujudkan
fikir hanya sudut kebaikan
abaikan segala yang berbau penegasian
Untuk cinta aku bertahan
lalui segala halang rintang
yakin semoga jadi jaminan
agar langkah tak putus di jalan
Langganan:
Postingan (Atom)