ku rindu pada cahaya
kilau terang di dalam jiwa
sinar hangat mengalir di sukma
nyala membakar semangat raga
ku rindu pada cahaya
arah tuju dalam gelap gulita
pendar indah di sekelilingnya
ku rindu pada cahaya
terangi kembali bilik sukma
pendar indah di cermin jiwa
ku rindu pada cahaya
dalam gulita malam dunia
dalam temaram pagi buta
ku rindu pada cahaya
sinari semesta
mengumpul menyatu
berpadu menyimpul dalam titik terdalam sukma
inti seluruh rahasia jiwa
pendaran dari Sang Maha Rahasia
Sabtu, 01 Desember 2012
Sabtu, 24 November 2012
Berteman dengan Sepasang Kekasih
kematian adalah teman
kekasih abadi kehidupan
beriringan keduanya sertai perjalanan
bahu membahu saling membutuhkan
saat kehidupan tak lagi mampu menanggung beban
kematian segera mengambil alih peran
menampung jiwa-jiwa insan yang tak lagi sanggup
dipangku kehidupan
membebaskan jiwa-jiwa dari kungkungan raga
yang lekang oleh zaman
kematian adalah teman
kekasih setia kehidupan
lalu, jika kau cintai kehidupan
mengapa tak pula kau sayangi kematian
sambutlah ia dengan penuh kerinduan
ketika kehidupan sudah merelakan
kekasih abadi kehidupan
beriringan keduanya sertai perjalanan
bahu membahu saling membutuhkan
saat kehidupan tak lagi mampu menanggung beban
kematian segera mengambil alih peran
menampung jiwa-jiwa insan yang tak lagi sanggup
dipangku kehidupan
membebaskan jiwa-jiwa dari kungkungan raga
yang lekang oleh zaman
kematian adalah teman
kekasih setia kehidupan
lalu, jika kau cintai kehidupan
mengapa tak pula kau sayangi kematian
sambutlah ia dengan penuh kerinduan
ketika kehidupan sudah merelakan
Kamis, 22 November 2012
untukmu delapan hurufku
aku mengenalmu bahkan sebelum aku kenal diriku
getar halus bergandengan sejak masa belum ku kenal rindu
bertautan rasa tak pernah terasa
hingga masa kita beranjak remaja
ketika pandangan mulai memercik cahaya
ketika kerlingan mulai mencari arahnya
ketika rindu mulai menuntut ketemu
tanpa mesti saling berkata cinta
kita tahu apa yang sedang melanda
hingga tiba saat kita menunda sua
mencari makna di tempat berbeda
mulai aku merindumu di malam-malamku
akan senyum yang tak pernah layu
akan tatap yang tak pernah ragu
akan wajah yang tak pernah sayu
akan tegur yang selalu ku tunggu
dan cinta pun mulai menghendaki kebersatuan
utara dan selatan menagih penggabungan
agar utuh sebuah lingkaran
lingkaran jiwa dari dua jiwa yang disatukan
kesempurnaan sebuah pasangan
cinta kita mulai menerabas batas masa
rindu kita mulai melintas dunia
mengangkasa seberkas cahaya
menuju singgasana paripurna cinta
hilang sudah aku di hadapmu
larut sudah engkau bersamaku
tinggal kita tersisa menyatu
tak lagi ada aku atau pun kamu
garis takdir tak terelakkan
raga kita mesti terpisahkan
demi penuhi garis ketetapan
namun cinta bukanlah badan yang terkungkung
dalam batas zaman
cinta adalah aliran jiwa
sempurna dalam keutuhannya
tak ada tata nalar bekerja di dalamnya
boleh saja dimensi dunia kita berbeda
boleh saja zaman dan masa pisahkan raga
namun, jiwa kita tetap sama
bersatu berpadu dalam cinta
rinduku menggebu sepanjang waktu
menggulung megah tanpa kenal waktu
tak ada malam
tak ada siang
rindu membawaku melintas batas waktu
aku merindumu
dalam lelap dan sadarku
dalam raga dan jiwaku
dalam nalar dan hatiku
aku mencintamu
memadu sukma menjadi satu
getar halus bergandengan sejak masa belum ku kenal rindu
bertautan rasa tak pernah terasa
hingga masa kita beranjak remaja
ketika pandangan mulai memercik cahaya
ketika kerlingan mulai mencari arahnya
ketika rindu mulai menuntut ketemu
tanpa mesti saling berkata cinta
kita tahu apa yang sedang melanda
hingga tiba saat kita menunda sua
mencari makna di tempat berbeda
mulai aku merindumu di malam-malamku
akan senyum yang tak pernah layu
akan tatap yang tak pernah ragu
akan wajah yang tak pernah sayu
akan tegur yang selalu ku tunggu
dan cinta pun mulai menghendaki kebersatuan
utara dan selatan menagih penggabungan
agar utuh sebuah lingkaran
lingkaran jiwa dari dua jiwa yang disatukan
kesempurnaan sebuah pasangan
cinta kita mulai menerabas batas masa
rindu kita mulai melintas dunia
mengangkasa seberkas cahaya
menuju singgasana paripurna cinta
hilang sudah aku di hadapmu
larut sudah engkau bersamaku
tinggal kita tersisa menyatu
tak lagi ada aku atau pun kamu
garis takdir tak terelakkan
raga kita mesti terpisahkan
demi penuhi garis ketetapan
namun cinta bukanlah badan yang terkungkung
dalam batas zaman
cinta adalah aliran jiwa
sempurna dalam keutuhannya
tak ada tata nalar bekerja di dalamnya
boleh saja dimensi dunia kita berbeda
boleh saja zaman dan masa pisahkan raga
namun, jiwa kita tetap sama
bersatu berpadu dalam cinta
rinduku menggebu sepanjang waktu
menggulung megah tanpa kenal waktu
tak ada malam
tak ada siang
rindu membawaku melintas batas waktu
aku merindumu
dalam lelap dan sadarku
dalam raga dan jiwaku
dalam nalar dan hatiku
aku mencintamu
memadu sukma menjadi satu
Langganan:
Postingan (Atom)