tak ada lagi tumpahan air mata
hanya lelehan terus menerus dari lautan jiwa
tak ada lagi isak di malam buta
hanya sedu tertahan sepanjang masa
Minggu, 09 Desember 2012
Jumat, 07 Desember 2012
07122009, 08.25
...ku kecup kening untuk kali terakhir
ku belai wajah dan ku sempurnakan pejam maupun senyuman
tercerabut jiwa dari raga
bersama seluruh rasa mengantarmu melintas masa
menuju dimensi berbeda
tak ada isak tak ada air mata
bukan tegar bukan pula perkasa
namun hancur sehancur-hancurnya
luluh lantak tanpa sisa
hanya raga tanpa jiwa
mendongak tanpa 'seja'
menatap dinding pada angka 08.25
Senin, 07-12-2009 kala surya mulai merangkak di titiannya
ku belai wajah dan ku sempurnakan pejam maupun senyuman
tercerabut jiwa dari raga
bersama seluruh rasa mengantarmu melintas masa
menuju dimensi berbeda
tak ada isak tak ada air mata
bukan tegar bukan pula perkasa
namun hancur sehancur-hancurnya
luluh lantak tanpa sisa
hanya raga tanpa jiwa
mendongak tanpa 'seja'
menatap dinding pada angka 08.25
Senin, 07-12-2009 kala surya mulai merangkak di titiannya
Kamis, 06 Desember 2012
Jelang hijrahmu
berlimpah ruah rindu hari-hariku
menjelang hari perpindahanmu
menghentak denyut detakku
mengalir penuh deras di nadiku
gelombang rindu
cahaya cinta
mengharu dalam jiwaku
merindu akan jiwamu
menunggu padu dalam megah singgasana
berlimpah ruah rindu padamu
membanjir di akal, rasa dan hatiku
melingkupi segala yang ada dalam diriku
raga dan jiwaku
tak ada nalar, tak ada kecerdasan, tak ada rasionalitas
dimabuk semua dalam gulungan rasa
rindu yang menderu
segalanya bercahaya
segala yang bersentuhan denganmu gemerlap penuh pesona
berlimpah ruah dalam rindu
padamu setengah jiwaku
padamu penyempurna kemanusiaanku
padamu kunci keutuhanku
padamu delapan hurufku...
menjelang hari perpindahanmu
menghentak denyut detakku
mengalir penuh deras di nadiku
gelombang rindu
cahaya cinta
mengharu dalam jiwaku
merindu akan jiwamu
menunggu padu dalam megah singgasana
berlimpah ruah rindu padamu
membanjir di akal, rasa dan hatiku
melingkupi segala yang ada dalam diriku
raga dan jiwaku
tak ada nalar, tak ada kecerdasan, tak ada rasionalitas
dimabuk semua dalam gulungan rasa
rindu yang menderu
segalanya bercahaya
segala yang bersentuhan denganmu gemerlap penuh pesona
berlimpah ruah dalam rindu
padamu setengah jiwaku
padamu penyempurna kemanusiaanku
padamu kunci keutuhanku
padamu delapan hurufku...
Langganan:
Postingan (Atom)