tenggelam ku dalam sunyi rindu
di dasar samudera cinta ku duduk termangu
tak lagi perlu aku akan nafas udara
saat cinta melimpah ruah dalam samudera
terpapar aku dalam cahaya cinta
di pantai kasih tersentuh ombak samudera
dalam diam sejuta kata memapar makna
bersama hembus menjangkau penjuru dunia
tergoda aku untuk bertanya mengapa
meski ku tahu tak ada hak untuk bertanya
mencoba pahami segala yang ada
sebagai anugerah dari Sang Segala Maha
Selasa, 11 Juni 2013
Jumat, 07 Juni 2013
Maha Suci
Maha Suci Engkau
Dzat yang menanamkan cinta dalam sanubari tiap hamba
Maha Suci Engkau
Dzat yang memilihkan satu jiwa untuk jiwa lainnya
Maha Suci Engkau
Dzat yang mengikat satu sukma untuk sukma lainnya
Maha Suci Engkau
Dzat yang melekatkan dua jiwa dalam satu cinta
Maha Suci Engkau
Dzat yang menghilangkan sekat dua sukma dalam satu rasa
Maha Suci Engkau
Dzat yang mengabadikan rindu bagi dua pecinta untuk menyatu jiwa
Maha Suci Engkau
Dzat yang menitipkan keindahan rasa pada ikhlas sukma
Maha Suci Engkau
Dzat yang meng-indah-kan segalanya yang biasa menjadi luar biasa
Maha Suci Engkau
wahai Pemilik nafas kasih
Maha Suci Engkau
wahai Penggenggam detak cinta
Maha Suci Engkau
dalam seluruh agung dan sempurna-Mu
Dzat yang menanamkan cinta dalam sanubari tiap hamba
Maha Suci Engkau
Dzat yang memilihkan satu jiwa untuk jiwa lainnya
Maha Suci Engkau
Dzat yang mengikat satu sukma untuk sukma lainnya
Maha Suci Engkau
Dzat yang melekatkan dua jiwa dalam satu cinta
Maha Suci Engkau
Dzat yang menghilangkan sekat dua sukma dalam satu rasa
Maha Suci Engkau
Dzat yang mengabadikan rindu bagi dua pecinta untuk menyatu jiwa
Maha Suci Engkau
Dzat yang menitipkan keindahan rasa pada ikhlas sukma
Maha Suci Engkau
Dzat yang meng-indah-kan segalanya yang biasa menjadi luar biasa
Maha Suci Engkau
wahai Pemilik nafas kasih
Maha Suci Engkau
wahai Penggenggam detak cinta
Maha Suci Engkau
dalam seluruh agung dan sempurna-Mu
Jumat, 10 Mei 2013
Negeriku bertanya padamu
lalu
bagaimana engkau mengatakan bahwa hatimu penuh cinta dan kasih sayang
ketika orang-orang disekitarmu hanya merasakan kebencian memancar dari
tiap tindakan...
lalu bagaimana engkau berkata hatimu penuh dengan kelembutan jika wajahnya selalu menunjukkan kekerasan dan kegarangan...
lalu bagaimana engkau mengakui hanya menghendaki kedamaian ketika kedua tanganmu menghentakkan senapan dan parang...
lalu bagaimana engkau bilang engkau menerima perbedaan saat kau selalu menyelesaikan berbedaan dengan menyalahkan dan melakukan penghujatan...
lalu bagaimana engkau merasa kehadiranmu membawa kesejukan jika kehadiranmu menyebabkan jiwa-jiwa tenang terbakar dalam api dendam dan kemarahan...
lalu bagaimana engkau hendak menyentuh jiwa-jiwa jika kebenaran hanya menjadi milikmu seorang....
lalu bagaimana engkau berkata hatimu penuh dengan kelembutan jika wajahnya selalu menunjukkan kekerasan dan kegarangan...
lalu bagaimana engkau mengakui hanya menghendaki kedamaian ketika kedua tanganmu menghentakkan senapan dan parang...
lalu bagaimana engkau bilang engkau menerima perbedaan saat kau selalu menyelesaikan berbedaan dengan menyalahkan dan melakukan penghujatan...
lalu bagaimana engkau merasa kehadiranmu membawa kesejukan jika kehadiranmu menyebabkan jiwa-jiwa tenang terbakar dalam api dendam dan kemarahan...
lalu bagaimana engkau hendak menyentuh jiwa-jiwa jika kebenaran hanya menjadi milikmu seorang....
Langganan:
Postingan (Atom)