Rabu, 13 Januari 2016

pada-Mu ku harap pada akhirnya...

tak lagi mampu mengingat nama
tak lagi mampu merasa detak
aku berdiri dalam diam
tak ada gerak keinginan
syarat kaku membeku

tak lagi mampu mencerna desir
tak lagi mampu mengecap air
aku tinggal dalam kehampaan
tak ada warna ataupun rupa

pada-Mu ingin ku serahkan
hanya pada-Mu
pada-Mu ingin ku kembalikan
cuma pada-Mu

tak berani aku menyebut hamba
dari-Mu Sang Maha Segala
aku hanya lah salah satu makhluk
yang ingin meng-hamba
meski sering ingin malah menyeretku
   menjauh dari hamba

nalar dan akalku membenarkan seluruh realitas
ke Maha Kuasaan-Mu
detakku pun berhasrat untuk hanya menghamba pada-Mu
meski sering dalam pencarian kehambaan ku dapati
   banyak keangkuhan dan kesombongan
   bukannya ketundukan dan penghambaan

akhirnya...
mencoba aku terus agar kuasa-Mu
  melingkup jiwaku
   menghambakan nafsuku
     meluruskan akal nalarku pada penghambaan
pada-Mu

hanya kuasa-Mu mampu singkirkan
 gunung-gunung kesombongan dalam keakuanku
   yang kadang kala tertutup kabut dari lembah kerendahan hati
     mengkaburkan mata yang tak jeli

Jumat, 25 Desember 2015

ketika Tuhan jatuh cinta

ketika Tuhan jatuh cinta
Ia akan membuat kekasihNya tak berdaya
agar sang kekasih senantiasa mendekat kepada-Nya

ketika Tuhan jatuh cinta
Ia tidak akan membiarkan sang kekasih tanpa coba
agar sang kekasih senantiasa bersandar kepada-Nya

ketika Tuhan jatuh cinta
Ia akan membuat sang kekasih seakan menjauh dari apa yang diinginkannya
agar ia senantiasa mengingat bahwa puncak cinta hanya kepada-Nya

ketika Tuhan jatuh cinta
Ia akan memisahkan sang kekasih dari segala sesuatu yang akan memalingkan sang kekasih dari-Nya

ketika Tuhan jatuh cinta
hati sang kekasih akan dihindarkan dari nama selain asma-Nya
hingga hati sang kekasih hanya mampu mendetak asma-Nya

Senin, 21 Desember 2015

no title

aku rindu pada kedamaian yang terpancar
dari wajah-wajah mereka yang mengaku memiliki kedalaman
aku rindu pada keramahan tutur kata
mereka yang dianggap sebagai pengejawantahan kalam Tuhan
aku rindu pada kelapangan dada
dari mereka yang merasa mempertahankan kemurnian ajaran
bukan kebencian karena berbeda pandangan
bukan kemarahan karena ketidak sejajaran pemahaman
bukan kekakuan akibat perbedaan keseharian

Islam yang aku tahu mendinginkan panas amarah
Islam yang aku terima mendamaikan perselisihan
Islam yang aku pahami menampilkan penghormatan atas perbedaan

sesatkah dalam rinduku ketika senantiasa aku menyebutkmu wahai pembawa risalah terakhir?
syirikkah jika dalam rindu aku begitu larut saat shalawat untukmu bersahutan dari ujung-ujung jalan?
ah...
biarlah selaksa shalawat ku panjatkan padamu Muhammad nabi rasulku
biarlah ku rayakan kelahiranmu sebagai bentuk syukurku atas hadirmu
biarlah orang menyebutkan sesat dalam kegilaan memujamu