aku merindu
rindu segala
rindu menyatu
rindu berpadu
aku merindu
atas semua yang berujung pada padu
atas segala yang berakhir pada satu
atas seluruh yang bermuara pada luruh
aku merindu
untuk kembali dari keterpisahan
untuk menyatu pada keseluruhan
untuk luruh dalam keutuhan
aku merindu
pada titik mula muasal
pada awal lingkar musalsal
aku merindu
dalam rindu dari bagian kepada keutuhan
dalam rindu dari percikan kepada nyala keabadian
aku merindu....
Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Juli 2018
Rabu, 12 Oktober 2016
Hari ini, tak sadar kita sudah kehilangan
hari ini kita gemar mencaci
karna kita merasa benar sendiri
hari ini kita mudah menghina
karna kita merasa menjadi sang pembela
hari ini kita sering menghujat
karna kita merasa paling berhujjah
hari ini kita sering mengancam
karna kita merasa sedang mempertahankan
hari ini kita jarang saling menghormati
karna kita lalai mendengar nurani
hari ini kita jarang saling menyapa
karna kita lupa bahwa semua adalah saudara
hari ini kita jarang saling mengingatkan
karna kita lupa bahwa sering kita melakukan kesalahan
hari ini kita jarang saling berbagi senyuman
karna kita lebih senang memberi ancaman
hari ini kita jarang saling memberi
karna banyak dari kita yang lebih suka mencuri
hari ini kita jarang saling mengasihi
karna hati telah dikuasai benci
hari ini kita jarang saling menjaga
karna kita telah masuk dalam jebakan nafsu berkuasa
hari ini kita jarang saling menjaga rasa
karna kita telah ingin menjadi yang paling punya kuasa
hari ini kita ....ah....
karna kita .....sudahlah....
Kamis, 21 Januari 2016
Menyandar Harapan
sungguh sangat ingin aku dipuji dan disanjung
meski pengetahuan nalarku tidak mengijinkannya
sungguh sangat ingin aku dipandang sebagai hebat dan luar biasa
meski para guru mengajarkan yang sebaliknya
sungguh sangat ingin aku dikenal sebagai teladan kebaikan
mesti tata nilai dan agama yang ditanamkan padaku melarangnya
sungguh setiap saat kesombongan terjalin terpintal di antara kerendah hatian yang ku usahakan
sungguh setiap detik keakuan menuntut pengakuan akan kehebatan, meski ketika sedang menunduk di hadapan Sang Pemegang Kehidupan
tak ada kuasa untuk menghindarinya
karna kadang menghindar sama dengan meminta pengakuan yang lebih tinggi dari sebelumnya
hanya jika Engkau berkenan, segalanya menjadi tak ada halangan
hanya saat Engkau mengijinkan, kemustahilan akan berubah menjadi keniscayaan
Semoga Engkau berkenan...
Rabu, 13 Januari 2016
pada-Mu ku harap pada akhirnya...
tak lagi mampu mengingat nama
tak lagi mampu merasa detak
aku berdiri dalam diam
tak ada gerak keinginan
syarat kaku membeku
tak lagi mampu mencerna desir
tak lagi mampu mengecap air
aku tinggal dalam kehampaan
tak ada warna ataupun rupa
pada-Mu ingin ku serahkan
hanya pada-Mu
pada-Mu ingin ku kembalikan
cuma pada-Mu
tak berani aku menyebut hamba
dari-Mu Sang Maha Segala
aku hanya lah salah satu makhluk
yang ingin meng-hamba
meski sering ingin malah menyeretku
menjauh dari hamba
nalar dan akalku membenarkan seluruh realitas
ke Maha Kuasaan-Mu
detakku pun berhasrat untuk hanya menghamba pada-Mu
meski sering dalam pencarian kehambaan ku dapati
banyak keangkuhan dan kesombongan
bukannya ketundukan dan penghambaan
akhirnya...
mencoba aku terus agar kuasa-Mu
melingkup jiwaku
menghambakan nafsuku
meluruskan akal nalarku pada penghambaan
pada-Mu
hanya kuasa-Mu mampu singkirkan
gunung-gunung kesombongan dalam keakuanku
yang kadang kala tertutup kabut dari lembah kerendahan hati
mengkaburkan mata yang tak jeli
tak lagi mampu merasa detak
aku berdiri dalam diam
tak ada gerak keinginan
syarat kaku membeku
tak lagi mampu mencerna desir
tak lagi mampu mengecap air
aku tinggal dalam kehampaan
tak ada warna ataupun rupa
pada-Mu ingin ku serahkan
hanya pada-Mu
pada-Mu ingin ku kembalikan
cuma pada-Mu
tak berani aku menyebut hamba
dari-Mu Sang Maha Segala
aku hanya lah salah satu makhluk
yang ingin meng-hamba
meski sering ingin malah menyeretku
menjauh dari hamba
nalar dan akalku membenarkan seluruh realitas
ke Maha Kuasaan-Mu
detakku pun berhasrat untuk hanya menghamba pada-Mu
meski sering dalam pencarian kehambaan ku dapati
banyak keangkuhan dan kesombongan
bukannya ketundukan dan penghambaan
akhirnya...
mencoba aku terus agar kuasa-Mu
melingkup jiwaku
menghambakan nafsuku
meluruskan akal nalarku pada penghambaan
pada-Mu
hanya kuasa-Mu mampu singkirkan
gunung-gunung kesombongan dalam keakuanku
yang kadang kala tertutup kabut dari lembah kerendahan hati
mengkaburkan mata yang tak jeli
Jumat, 25 Desember 2015
ketika Tuhan jatuh cinta
ketika Tuhan jatuh cinta
Ia akan membuat kekasihNya tak berdaya
agar sang kekasih senantiasa mendekat kepada-Nya
ketika Tuhan jatuh cinta
Ia tidak akan membiarkan sang kekasih tanpa coba
agar sang kekasih senantiasa bersandar kepada-Nya
ketika Tuhan jatuh cinta
Ia akan membuat sang kekasih seakan menjauh dari apa yang diinginkannya
agar ia senantiasa mengingat bahwa puncak cinta hanya kepada-Nya
ketika Tuhan jatuh cinta
Ia akan memisahkan sang kekasih dari segala sesuatu yang akan memalingkan sang kekasih dari-Nya
ketika Tuhan jatuh cinta
hati sang kekasih akan dihindarkan dari nama selain asma-Nya
hingga hati sang kekasih hanya mampu mendetak asma-Nya
Jumat, 08 Februari 2013
Sudahlah...
Ah…tak tahulah
Ku coba untuk jalani saja
Tak perlu banyak gunakan akal
Apalagi mencoba akal-akalan
Ah…tak tahulah
Kadang jenuh ku dengan keinginan
bosan ku dengan harapan
Biar sirna saja
hilang menguap bersama embun pagi
Ah…tak tahulah
Kadang ingin ku hilangkan saja tujuan
Hidup cukup jalani tanpa menuntut kompensasi
Nikmati seluruh peristiwa yang telah digariskan-Nya
Biarkan kaki melangkah mengikuti arah
Bukan arah kita
Bukan tujuan kita
Biar semua Ia saja yang memilihkannya…
Ku coba untuk jalani saja
Tak perlu banyak gunakan akal
Apalagi mencoba akal-akalan
Ah…tak tahulah
Kadang jenuh ku dengan keinginan
bosan ku dengan harapan
Biar sirna saja
hilang menguap bersama embun pagi
Ah…tak tahulah
Kadang ingin ku hilangkan saja tujuan
Hidup cukup jalani tanpa menuntut kompensasi
Nikmati seluruh peristiwa yang telah digariskan-Nya
Biarkan kaki melangkah mengikuti arah
Bukan arah kita
Bukan tujuan kita
Biar semua Ia saja yang memilihkannya…
Senin, 07 Januari 2013
tersenyumlah....
tersenyumlah kembali
tak perlu lebar-lebar
cukup tarik saja bibirmu
ke kanan dan ke kiri 1 senti saja
cukup buka sedikit bibirmu
ke atas dan ke bawah setengah senti saja
perlihatkan sedikit putih gigimu
tak perlu suara
tersenyumlah kembali
cerahkan kembali muka
binarkan kembali mata
dan segalanya menjadi lebih terbuka
dan segalanya menjadi lebih bermakna
dan segalanya menjadi lebih bercahaya
dan segalanya menjadi lebih melega
tersenyumlah kembali
hidupkan kembali sukmamu
bangkitkan kembali jiwamu
kobarkan kembali gairahmu...
tak perlu lebar-lebar
cukup tarik saja bibirmu
ke kanan dan ke kiri 1 senti saja
cukup buka sedikit bibirmu
ke atas dan ke bawah setengah senti saja
perlihatkan sedikit putih gigimu
tak perlu suara
tersenyumlah kembali
cerahkan kembali muka
binarkan kembali mata
dan segalanya menjadi lebih terbuka
dan segalanya menjadi lebih bermakna
dan segalanya menjadi lebih bercahaya
dan segalanya menjadi lebih melega
tersenyumlah kembali
hidupkan kembali sukmamu
bangkitkan kembali jiwamu
kobarkan kembali gairahmu...
Minggu, 06 Januari 2013
tentang sakit dan luka
bagaimanapun juga sakit adalah sakit
tak bisa dihilangkan dengan senyuman
mungkin saja tawa keras membahana
mungkin saja senyum ditebar ke
mana-mana
mungkin saja wajah bersinar ceria
namun sakit tetaplah sakit
nyeri yang tak hilang meski dihijab
segala bahagia
bagaimanapun juga luka adalah luka
tak akan sembuh hanya dengan ditutup
tawa
tak akan hilang jika hanya dilapis
wajah ceria
tak akan sirna nyeri dengan berpura tak
rasakannya
bagaimanapun juga sakit adalah sakit
rasakan saja nyerinya
bagaimanapun juga luka adalah luka
nikmati saja nyerinya
kesembuhan dan pengobatan bukanlah
seketika
namun jalan panjang sehingga kita
bersahabat dengan sakit dan luka
kesembuhan dan pengobatan adalah
niscaya
ketika kita telah mampu bercengkrama
dengan sakit dan luka
jangan pernah sandarkan kesembuhanmu
pada masa
karna kadang masa malah semakin
memerihkan luka
Selasa, 21 Agustus 2012
dingin, beku, hangat, cinta
kebekuan...
apapun dan bagaimanapun
hanya dapat dicairkan dengan kehangatan
karna panas akan melelehkannya
kematian...
bagaimanapun dan di manapun
tiadanya gairah untuk bergerak dan mengalir
meski nafas masih mengalir tanpa gelora
cinta....
di manapun dan kapanpun
matahari hangat dalam jiwa
pencair beku dingin dalam rasa
menebar nyaman bagi siapa pun yang dikunjunginya
rindu...
kapanpun dan apapun
dingin yang menyusup di antara hangat surya
kobarkan gelora demi sebuah sua
jiwa...
tempat kebekuan dan kematian bermula
rumah semayam bagi rindu dan cinta
apapun dan bagaimanapun
hanya dapat dicairkan dengan kehangatan
karna panas akan melelehkannya
kematian...
bagaimanapun dan di manapun
tiadanya gairah untuk bergerak dan mengalir
meski nafas masih mengalir tanpa gelora
cinta....
di manapun dan kapanpun
matahari hangat dalam jiwa
pencair beku dingin dalam rasa
menebar nyaman bagi siapa pun yang dikunjunginya
rindu...
kapanpun dan apapun
dingin yang menyusup di antara hangat surya
kobarkan gelora demi sebuah sua
jiwa...
tempat kebekuan dan kematian bermula
rumah semayam bagi rindu dan cinta
Langganan:
Postingan (Atom)