Kamis, 08 Desember 2016

di Bulanmu

Ini bulanmu wahai Rasul
tapi mengapa hati kami masih penuh kebencian
belum penuh kasih sebagaimana engkau teladankan
Ini bulanmu wahai Nabi
tapi mengapa nalar kami masih picik
belum mampu luas menyeluruh sebagaimana engkau contohkan
Ini bulanmu wahai Sang Penghulu Zaman
tapi kenapa dada kami masih serasa begitu sempit
belum mampu lapang penuh penerimaan sebagaimana engkau tunjukkan
salawat kami masih berakhir di ujung lisan
belum menyentuh relung terdalam
syiar kami masih tertipu terhenti pada gaung kemegahan dan keramaian
belum menembus pada kesadaran untuk menjaga kemanfaatan
bahkan kadang....
salawat dan salam untukmu yang mestinya menumbuhkan cinta dan kasih sayang
kami gunakan untuk menggaungkan kebencian
Ini bulanmu wahai Nabi
semoga memberi kami kelahiran baru
اللهم صلّ على سيّد نا محمّد
semoga cintamu mengaliri darah kami

Rabu, 30 November 2016

Coba renungkan....

Saat kebenaran disampaikan dengan kasar
akan muncul banyak pengingkaran
Ketika yang haq dibuka dengan pemaksaan
akan muncul banyak penolakan

Kebenaran mesti disampaikan dengan tegas
namun tegas bukan berarti kasar
Haqq harus diungkapkan dengan jelas
namun jelas bukan berarti pemaksaan

Ketegasan terdapat dalam konsistensi
bukan sekedar arogansi
Kejelasan terdapat dalam implikasi sehari-hari
bukan intimidasi

Kadang orang menolak kebenaran
bukan karena ia menolak kebenaran
namun cara yang digunakan untuk menyampaikan kebenaran
telah melukai rasa kemanusiaan
hingga menimbulkan ketersinggungan
yang berujung pada penolakan

Kadang orang mengingkari haqq
bukan karena ia tidak tahu bahwa itu haqq
namun hanya karena metode membuka yang haqq
telah merendahkan martabat kemanusiaan
hingga menimbulkan rasa tidak senang
yang berujung pada pengingkaran

Kebenaran adalah kebenaran
tidak bisa bercampur dengan kesalahan
haqq adalah haqq
tidak mungkin berbaur dengan batil
dan cermin hati manusia tentu mengenalnya

namun ego manusia yang bernama harkat dan martabat
adalah sebuah kemestian dari kemanusiaan
bagian dari keasasian manusia yang mesti tetap dalam kehormatannya
tidak boleh direndahkan atau dihina
atau akan terjadi pengingkaran demi mempertahankannya

kebenaran dan haqq mesti sampai ke dalam jiwa
menyentuhnya dengan cara yang bukan menghinakan martabat kemanusiaan
namun malah meninggikan martabat kemanusiaan

Kebenaran menyentuh dada seseorang bukan hanya dengan kerasnya teriakan
namun sering lebih karena luhurnya perbuatan
Haqq menjadi cahaya terang dalam jiwa seseorang bukan muncul dari ketakutan
namun sering karena rasa nyaman yang ditimbulkan

Bukankah kita diajarkan
bahwa dalam menyampaikan kebenaran
mesti menggunakan bahasa yang disesuaikan?
bahasa budaya, bahasa etika, bahasa jiwa

Selasa, 22 November 2016

Berhati-hatilah dalam sebuah zaman....



Berhati-hatilah berada dalam suatu zaman ketika…
Fitnah merajarela
Kebenaran hanya dijadikan alat semata
Kebencian dibuat berkuasa atas cinta
Norma dan agama menjadi topeng bagi ambisi atas kuasa

Berhati-hatilah berada dalam zaman ketika…
Para cendikia bukan mencerahkan namun menyesatkan
Para pemimpin bukan menjadi pengayom malah menjadi garong
Para hakim bukan menjadi pengadil malah menjadi penjual keadilan
Para bandit bukan dipenjarakan malah diberi penghormatan

Berhati-hatilah berada dalam zaman ketika….
Ulama tulus dihinakan dan ditinggalkan
Cendikia lurus diasingkan dan disingkirkan
Pemimpin adil digoyang untuk dijatuhkan

Berhati-hatilah berada dalam zaman ketika…
Kebatilan dibungkus sesuatu yang hak
Kebencian ditampilkan seakan bentuk kasih sayang
Pelanggaran dibuat menjadi seperti penegakan
Penyimpangan dikesankan menjadi pelurusan
Penindasan ditata menjadi pensejahteraan
Ambisi pribadi dibalut dalam pakaian kepentingan negeri

Berhati-hatilah…..