kembali sepi menggelora
dalam dada
gundah membuncah
dalam jiwa
hampa menganga
di dinding sukma
sepiku tanpamu
gundahku dalam tiadamu
hampaku dalam sendiriku
menyatu memadu dalam diriku
semua jauh berada di luar
mampuku
biarlah tangis temani
sepiku
biarlah isak sandingi
gundahku
biarlah sembab sertai
hampaku
kepergianmu
tiadamu
kembalimu
ku rasa jauh berada di luar
jangkauku
tiada daya aku
meski harus ku jalani
ada Ia yang t'lah gariskan segala
biar aku luluh lantak di kaki-Nya
biar aku bersimpuh di duli-Nya
biar aku tak berdaya di hadap-Nya
Selasa, 19 Januari 2010
Senin, 18 Januari 2010
Tak Urung Ku Menangis
biar meleleh sungai mata
tak perlu ku tahan-tahan
tak perlu ku pendam-pendam
biar mengalir luka jiwa
tak perlu ku tutup-tutup
tak perlu ku bendung-bendung
biar lega semua sesak
biar longgar seluruh ikat
biar damai dalam diri
engkau tidak biasa bagiku
engkau anugerah terindah untukku
engkau tetesan surga jiwaku
jadi biarlah isak menemaniku
biarlah tangis mendampingiku
biarlah 'sembab' menyertaiku
Tak urung aku menangis
sebagai jawab nilai dirimu bagiku
tak perlu ku tahan-tahan
tak perlu ku pendam-pendam
biar mengalir luka jiwa
tak perlu ku tutup-tutup
tak perlu ku bendung-bendung
biar lega semua sesak
biar longgar seluruh ikat
biar damai dalam diri
engkau tidak biasa bagiku
engkau anugerah terindah untukku
engkau tetesan surga jiwaku
jadi biarlah isak menemaniku
biarlah tangis mendampingiku
biarlah 'sembab' menyertaiku
Tak urung aku menangis
sebagai jawab nilai dirimu bagiku
Minggu, 17 Januari 2010
Rindu
tiba-tiba sepi menghampiri
ada sembilu kembali menusuk hati
ada hampa menganga di dinding jiwa
ketiadaanmu memang mengubah segala
kini ku rasa
hadirmu mengalahkan segala
tiba-tiba rindu masuk ke kalbu
ada resah gelisah dalam desah
ada harap yang perlu jawab
aku tahu sua denganmu
adalah niscaya
sebagai obat bagi sepi
sebagai jawab atas rindu
meski tentu dengan cara beda
ku hanya mampu berpasrah
berserah
pada Ia yang Segala Maha
kini,
hanya kuasa-Nya
atas perkenan-Nya
sua mampu menjelma
ada sembilu kembali menusuk hati
ada hampa menganga di dinding jiwa
ketiadaanmu memang mengubah segala
kini ku rasa
hadirmu mengalahkan segala
tiba-tiba rindu masuk ke kalbu
ada resah gelisah dalam desah
ada harap yang perlu jawab
aku tahu sua denganmu
adalah niscaya
sebagai obat bagi sepi
sebagai jawab atas rindu
meski tentu dengan cara beda
ku hanya mampu berpasrah
berserah
pada Ia yang Segala Maha
kini,
hanya kuasa-Nya
atas perkenan-Nya
sua mampu menjelma
Langganan:
Postingan (Atom)