Selasa, 19 Januari 2010

Adanya aku....

kembali sepi menggelora
                          dalam dada
             gundah membuncah
                           dalam jiwa
             hampa menganga
                           di dinding sukma

sepiku tanpamu
gundahku dalam tiadamu
hampaku dalam sendiriku
      menyatu memadu dalam diriku
semua jauh berada di luar
                         mampuku

biarlah tangis temani
                      sepiku
biarlah isak sandingi
                      gundahku
biarlah sembab sertai
                      hampaku

kepergianmu
         tiadamu
             kembalimu
ku rasa jauh berada di luar
                        jangkauku

tiada daya aku
  meski harus ku jalani

ada Ia yang t'lah gariskan segala
  biar aku luluh lantak di kaki-Nya
  biar aku bersimpuh di duli-Nya
  biar aku tak berdaya di hadap-Nya

Senin, 18 Januari 2010

Tak Urung Ku Menangis

biar meleleh sungai mata
tak perlu ku tahan-tahan
tak perlu ku pendam-pendam

biar mengalir luka jiwa
tak perlu ku tutup-tutup
tak perlu ku bendung-bendung

biar lega semua sesak
biar longgar seluruh ikat
biar damai dalam diri

      engkau tidak biasa bagiku
      engkau anugerah terindah untukku
      engkau tetesan surga jiwaku

jadi biarlah isak menemaniku
       biarlah tangis mendampingiku
       biarlah 'sembab' menyertaiku

Tak urung aku menangis
sebagai  jawab nilai dirimu bagiku

Minggu, 17 Januari 2010

Rindu

tiba-tiba sepi menghampiri
ada sembilu kembali menusuk hati
ada hampa menganga di dinding jiwa

ketiadaanmu memang mengubah segala
kini ku rasa
   hadirmu mengalahkan segala

tiba-tiba rindu masuk ke kalbu
ada resah gelisah dalam desah
ada harap yang perlu jawab

aku tahu sua denganmu
        adalah niscaya
sebagai obat bagi sepi
sebagai jawab atas rindu
   meski tentu dengan cara beda

ku hanya mampu berpasrah
                           berserah
    pada Ia yang Segala Maha

kini,
  hanya kuasa-Nya
  atas perkenan-Nya
sua mampu menjelma