Kamis, 01 Juli 2010

Perjalanan

biarlah pasrah mengganti serakah
biarlah tunduk mengusir angkuh
biarlah simpuh sirnakan tengadah

jiwa ini kelana
maka carilah persinggahannya
sukma ini kembara
maka temukan tujuannya
hati ini susuri jalan
maka tentukan titik akhirnya

       selamanya resah
          gontai dalam lelah
      jika tak ada tempat singgah
         untuk sekedar melepas lelah
     selamanya bimbang
        meraba dalam remang
    ketika tak tahu ke mana tujuan
       sebagai akhir pengembaraan
    selamanya berliku
       di jalan terjal berbatu
    saat akhir tidak menentu
       sebagai tanda sampainya waktu

hanya pada-Mu
sungguh hanya pada-Mu
kembalinya segala pasrah
                     semua sembah
biar sang kelana temukan persinggahannya
biar pengembara jelas tujuannya
biar si penyusur jalan ketahui titik akhirnya

Senin, 28 Juni 2010

Tiadamu dan harapanku

aku masih ragu
akan langkah-langkahku
belum terbiasa aku
berjalan tanpamu

aku masih bimbang
dalam tiap timbang
tak pernah aku kepikiran
pergi jiwa sang belahan

aku masih gundah
dalam tentukan arah
meski sering kau berpasrah
tiadamu sirnakan segala arah

aku masih meradang
menerawang alam kenang
mengingat segala kejadian
dalam peluk kebersamaan

aku masih pilu
serasa berhenti sang waktu
yang ada hanya kelu
diam ungkap semua itu

rindu cinta menggumpal
menekan keras beban badan
harap jumpa di padang amal
satukan jiwa dalam kedamaian

Sabtu, 26 Juni 2010

Kembara

kembali mendesir ketika angin tak lagi berdesir
kembali mengalir ketika sungai telah menjadi kering
kembali mendetak ketika jantung tak lagi berdetak

      aku merambah maya dunia
      mencari makna dari tiap peristiwa
      menyaring hakikat dari segala fana
      agar temukan kekal jiwa

hati yang tinggal setengah
kini melangkah terengah
di tengah kerumun jengah

      jiwa yang hanya 'separo'
      mencari rela dan ridlo
     
sukma yang telah melayang
menjejak kaki mencari pijak
agar sempurna peran terbentang
sebelum akhirnya terima ajak