getar-getar ini semakin kuat
kebersatuan jiwa semakin menjadi niscaya
debar-debar ini semakin kencang
batas ruang waktu semakin sirna
gelora ini menafikan semua sekat
ruang waktu tak lagi punya makna
dua dunia membuka pintu gerbangnya
sukma melayang tinggalkan raga terkapar
menuju mega kemegahan memancar
masuk istana jiwa-jiwa putih cemerlang
ikuti aliran getaran mendebarkan
di hamparan permadani kemulian
kau duduk dengan senyum mengembang
pancaran lega kesempurnaan peran
dalam termangu ku melangkah tanpa sadar
ikuti getar kerinduan yang mesti dipuaskan
dalam perjumpaan dengan jiwa belahan
menyatu berpadu dalam kesyahduan
hanya takbir tahmid yang mampu terucapkan
dalam cinta penuh keberlimpahan
hanya syukur yang dapat diungkapkan
dalam dekap cium kemesraan
Selasa, 06 Juli 2010
Senin, 05 Juli 2010
Hariku tanpamu
inilah hari adaku tahun ini
hari ketika buih menutup bening samuderaku
hari ketika mendung mengkelamkan langitku
hari ketika nyala membakar sejuk belantaraku
inilah hari adaku tahun ini
saat yang tersisa hanya keruh lautku
saat gelap menguasai langitku
saat panas menggersangkan belantaraku
inilah hari adaku tahun ini
dalam kesendirian yang makin pasti
dalam kerinduan yang makin nyeri
dalam harapan yang seakan mati
inilah hari adaku tahun ini
merangkak jalan kerikil tajam
dalam kelam warna hitam
lelah sudah segenap badan
letih lunglai segala persendian
dalam perjalanan menuju tujuan
entah kapan berakhir sedan
inilah hari adaku tahun ini
tanpamu ku sempoyongan
menerjang badai topan kehidupan
memendam nafas terengah ditahan
inilah hari adaku tahun ini
merambat nyilu seluruh tubuh
seakan jiwa pastilah runtuh
dalam balutan raga lusuh
inilah hari adaku tahun ini
berharap cahaya dalam gulita
menanti rindang dalam gersang
semoga abadi pasangan jiwa
menyatu jiwa di luar raga
hari ketika buih menutup bening samuderaku
hari ketika mendung mengkelamkan langitku
hari ketika nyala membakar sejuk belantaraku
inilah hari adaku tahun ini
saat yang tersisa hanya keruh lautku
saat gelap menguasai langitku
saat panas menggersangkan belantaraku
inilah hari adaku tahun ini
dalam kesendirian yang makin pasti
dalam kerinduan yang makin nyeri
dalam harapan yang seakan mati
inilah hari adaku tahun ini
merangkak jalan kerikil tajam
dalam kelam warna hitam
lelah sudah segenap badan
letih lunglai segala persendian
dalam perjalanan menuju tujuan
entah kapan berakhir sedan
inilah hari adaku tahun ini
tanpamu ku sempoyongan
menerjang badai topan kehidupan
memendam nafas terengah ditahan
inilah hari adaku tahun ini
merambat nyilu seluruh tubuh
seakan jiwa pastilah runtuh
dalam balutan raga lusuh
inilah hari adaku tahun ini
berharap cahaya dalam gulita
menanti rindang dalam gersang
semoga abadi pasangan jiwa
menyatu jiwa di luar raga
dArimu untukku
Engkxu sxngxt berxrti
Bilxmxnx suxtu sxxt engkxu tergodx
untuk melxlxikxn xku
berbuxt semxumu
xtxu bxhkxn meninggxlkxn xku
dengxn txnpx memberi penjelxsxn pxdxku
kxrenx engkxu berpikir
bxhwx kehilxngxn engkxu tidxk xkxn
bxnyxk membuxt perbedxxn
kxrenx engkxu merxsx
kehxdirxnmu tidxk pernxh xku hxrgxi
Sebenxrnyx, engkxu telxh menempxtkxn
xku dxlxm posisi seperti menulis
dengxn sxtu hurufnyx yxng hilxng.
Xku mungkin dxpxt menggxntinyx dengxn
huruf yxng lxin seperti yxng xku lxkukxn
sekxrxng ini. Tetxpi, tepxtkxh?
Engkxulxh huruf yxng hilxng itu.
Sxdxrilxh engkxu sxngxt berxrti
bxgiku
@ @ @ @
@ @
(catatanmu di buku harianku, 2000)
Langganan:
Postingan (Atom)