Minggu, 28 November 2010

Hari-hariku tanpamu

entah sampai kapan
   ku rasa menganga luka di dada
entah sampai kapan
   ku rasa perih di jiwa

meski ribuan kata
    tlah ku rangkai
         tuk sekedar hibur jiwa
meski ribuan cara
    tlah ku tempuh
         tuk sekedar obati luka

tetap saja masih menganga
         perih melilit relung jiwa

nyanyian jiwa
 masih saja meratap menghiba
meski lantunan do'a coba kuatkan sukma

ku tahu
kini jalanku pastilah pincang
          langkahku pastilah tertatih

ku coba belai jiwa
dengan nasehat ketegaran
  dan kebaikan sejati dalam tiap tetap-Nya
tetap saja hati meronta
tetap saja seakan tak terima

ku coba tenangkan diri
dengan kebesaran hati
akan pertemuan sejati
  dalam aliran nadi

tetap saja
belum mampu ku hapus duka
akibat tiada separuh jiwa

beragam ayat dalam surat
berbagai tanda dalam alam nyata
belumlah pernah menjadi obat
   hanya sekedar penawar semata
       agar sakit tak makin berurat
       biar perih tak jadi sempurna

Senin, 22 November 2010

Hingga kini

meski tlah ribuan kali
ku katakan pada diri
 ikhlasku atas segala yang terjadi

tak pernah mampu ku kelabui jiwa
  akan hampa menganga di relung sukma
  akan pedih yang belum juga reda
  akan tak percaya yang masih saja hinggap di dada

ribuan kali ku hibur hati
bahwa semua adalah yang terbaik dari-Nya
masih saja luka menganga
  meski masa tlah berlalu lama

ribuan kali ku katakan
  kebersamaan jiwa cukuplah gantinya
tetap saja tinggalkan sirna
dalam hampa tanpa makna

sesering yakin
  coba ku tanamkan di hati
sesering itu
  ragu mampir di kalbu
sebesar usaha
   coba ku teguhkan diriku
sebesar itu pula
   keputus asaan hampiriku


Blogged with the Flock Browser

Jumat, 19 November 2010

kembali tentang rasa

penggelitik hati kembali beraksi
selembar bulu dari sayap angsa rindu
dieluskan pada dinding hati
    geli dan nyeri
       meremang dan merinding

ia hembuskan desir
    menyentuh relung jiwa
  sampaikan senandung
        akan pertemuan sukma

ia lantunkan nada
    membelai telinga sukma
       mengalir menebar seluruh jiwa

perih kembali tak terhindari
menjalar di antara luka
dan
   cinta pun menggeliat di pembariannya
terbangun dari tidur sejenaknya
Blogged with the Flock Browser