entah sampai kapan
ku rasa menganga luka di dada
entah sampai kapan
ku rasa perih di jiwa
meski ribuan kata
tlah ku rangkai
tuk sekedar hibur jiwa
meski ribuan cara
tlah ku tempuh
tuk sekedar obati luka
tetap saja masih menganga
perih melilit relung jiwa
nyanyian jiwa
masih saja meratap menghiba
meski lantunan do'a coba kuatkan sukma
ku tahu
kini jalanku pastilah pincang
langkahku pastilah tertatih
ku coba belai jiwa
dengan nasehat ketegaran
dan kebaikan sejati dalam tiap tetap-Nya
tetap saja hati meronta
tetap saja seakan tak terima
ku coba tenangkan diri
dengan kebesaran hati
akan pertemuan sejati
dalam aliran nadi
tetap saja
belum mampu ku hapus duka
akibat tiada separuh jiwa
beragam ayat dalam surat
berbagai tanda dalam alam nyata
belumlah pernah menjadi obat
hanya sekedar penawar semata
agar sakit tak makin berurat
biar perih tak jadi sempurna
Minggu, 28 November 2010
Senin, 22 November 2010
Hingga kini
meski tlah ribuan kali
ku katakan pada diri
ikhlasku atas segala yang terjadi
tak pernah mampu ku kelabui jiwa
akan hampa menganga di relung sukma
akan pedih yang belum juga reda
akan tak percaya yang masih saja hinggap di dada
ribuan kali ku hibur hati
bahwa semua adalah yang terbaik dari-Nya
masih saja luka menganga
meski masa tlah berlalu lama
ribuan kali ku katakan
kebersamaan jiwa cukuplah gantinya
tetap saja tinggalkan sirna
dalam hampa tanpa makna
sesering yakin
coba ku tanamkan di hati
sesering itu
ragu mampir di kalbu
sebesar usaha
coba ku teguhkan diriku
sebesar itu pula
keputus asaan hampiriku
ku katakan pada diri
ikhlasku atas segala yang terjadi
tak pernah mampu ku kelabui jiwa
akan hampa menganga di relung sukma
akan pedih yang belum juga reda
akan tak percaya yang masih saja hinggap di dada
ribuan kali ku hibur hati
bahwa semua adalah yang terbaik dari-Nya
masih saja luka menganga
meski masa tlah berlalu lama
ribuan kali ku katakan
kebersamaan jiwa cukuplah gantinya
tetap saja tinggalkan sirna
dalam hampa tanpa makna
sesering yakin
coba ku tanamkan di hati
sesering itu
ragu mampir di kalbu
sebesar usaha
coba ku teguhkan diriku
sebesar itu pula
keputus asaan hampiriku
Blogged with the Flock Browser
Jumat, 19 November 2010
kembali tentang rasa
penggelitik hati kembali beraksi
selembar bulu dari sayap angsa rindu
dieluskan pada dinding hati
geli dan nyeri
meremang dan merinding
ia hembuskan desir
menyentuh relung jiwa
sampaikan senandung
akan pertemuan sukma
ia lantunkan nada
membelai telinga sukma
mengalir menebar seluruh jiwa
perih kembali tak terhindari
menjalar di antara luka
dan
cinta pun menggeliat di pembariannya
terbangun dari tidur sejenaknya
selembar bulu dari sayap angsa rindu
dieluskan pada dinding hati
geli dan nyeri
meremang dan merinding
ia hembuskan desir
menyentuh relung jiwa
sampaikan senandung
akan pertemuan sukma
ia lantunkan nada
membelai telinga sukma
mengalir menebar seluruh jiwa
perih kembali tak terhindari
menjalar di antara luka
dan
cinta pun menggeliat di pembariannya
terbangun dari tidur sejenaknya
Blogged with the Flock Browser
Langganan:
Postingan (Atom)