Jumat, 21 Januari 2011

dan wujud adalah niscaya

Separoh nafas tersisa
susuri lrelung-relung jiwa
separoh jiwa tertinggal
bertahan menemani sukma
separoh sukma pergi
tinggalkan hati dalam sunyi

semua tinggal sepato
namun cita tak boleh jadi separo
    angan impian mesti tetap utuh
         mewujud untuk nyata

    meski tinggal separo
    langkah mesti tetap tegap
         kepala mesti tetap tegak
            mata mesti tetap tajam

meski tinggal separo
semangat tak boleh hanya separo
         biar sepi dalam diri
      memancar gemerlap wujud hati

Kamis, 20 Januari 2011

Semoga jawab segera tiba

kembali retak cermin hati
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
   kala sunyi berteman sendiri

kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti

yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti

coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
     goyah di sore hari

Rabu, 19 Januari 2011

jerit

mengawal jiwa sepi
mengelana dalam sunyi
aral melintang tanpa henti

menjaga hati yang lagi ragu
tergoda akan segala semu
di sepanjang perjalanan waktu

merawat sukma yang kini hampa
menatap jalan tanpa makna
melangkah ringkih sirna asa

dalam sepi kadang terpikir peri
 akan tiada makna diri
   akan habis gairah sejati
 pada hati yang telah pergi

dalam kalbu sering meratap sendu
akan waktu yang tak segera berlalu
merajam kalbu dirundung rindu
   pada belahan yang tak lagi menyatu

tinggal sandar pada sisa asa
akan rahmat Sang Kuasa
coba tahan segala rasa
simpan untuk penghujung masa