Rabu, 15 Juni 2011

mensyukuri cinta

menikmati detak yang tetap berdegub
   mendegub nama pada dinding hati
   memahat sejuta indah
   tampilkan selaksa megah

menikmati getar yang masih menjalar
   alirkan segenap rasa ke sekujur badan
   isi tiap jaringan dengan lukisan makna
     dari sebaris nama delapan aksara

menikmati berkas cahaya di ujung relung jiwa
  terangi lekuk-lekuk istimewa
    memantul cahaya gemerlap sukma
    mempesona tiap hati yang mampu melihatnya

menikmati apa yang tlah menyatu di jiwa
   berdiam abadi dalam istana hati
 seberkas cahaya cinta pasangan jiwa
    anugerah terindah yang pernah ada

menikmati kebersatuan tak kenal masa
   setelah raga tak lagi bersua
    tak ada lagi aku dan dia
     jiwa kami lebur dalam satu raga

rumah cintaku

terajut indah dalam dada
sulaman emas di ruang jiwa
dihampar megah di tengah cahaya
   biar hangat engkau di sana
   biar nyaman engkau di dalamnya

berdinding kasih
berhias sayang
berpintu kagum
berjendela puja
   biar betah engkau di sana
   biar tetap engkau di dalamnya

itulah pondok kecil dalam jiwa
ku persembahkan dengan sepenuh jiwa
ku bangun dengan segenap cinta
khusus untukmu...
       adinda

Selasa, 14 Juni 2011

kembali tentang rindu

dari degub ringan di dalam diri
   hingga menjadi dentuman hebat yang
       menghantam dinding hati
dari riak perlahan di ujung jiwa
   hingga menjadi gelombang pasang yang
     menghantam sukma
dari desir sejuk di pucuk daun cinta
    hingga menjadi topan besar yang
      mengombang-ambing jiwa

rindu mengalir dari mengasyikkan
    menjadi tak tertahankan
        dari semilir sejuk
    menjadi badai dingin membekukan
        dari hangat jiwa
    menjadi kobaran nyala

rindu berubah dari puisi-puisi jiwa
    yang tersimpan rapat dalam relung hati
 menjadi aliran panas kata yang mesti dikeluarkan
      menjadi baris-baris kata dalam nyata

dan pada akhirnya...
mesti kembali tak mampu diungkap dalam kata
mesti tersimpan lagi dalam sunyi jiwa