mengeja hati tak seperti mengeja puisi
dalam puisi deret huruf berbirama rapi
alur suara berirama bunyi
ubah huruf menjadi mutiara
ubah bunyi menjadi penuh makna
suara hati tak selalu punya bunyi
dalam sepi menyimpan banyak misteri
tanpa suara menyampaikan segala arti
dibariskan tanpa eja
dibentangkan tanpa rupa
dihamparkan dalam keheningan makna
membaca jiwa tak seperti membaca sastra
tak ada kata dari jejeran aksara
tak ada tinta untuk menuliskannya
tak ada lembaran untuk menuangkannya
tindak laku mengganti aksara
gerak langkah mengganti pena
penerimaan jiwa menjadi lembarannya
tak terbaca dengan mengerjap mata
tak bermakna jika tanpa mata jiwa
pada lembaran di alam nyata
Selasa, 04 Oktober 2011
Senin, 03 Oktober 2011
kala rindu ingin mengadu
akulah rindu
menderu-deru
menggebu-gedu
bergulung-gulung
tak akan reda badaiku
hingga diurai tonggak pertemuan
tak mungkin mengecil hasratku
sampai bertemu relung perjumpaan
tak akan pudar gelombangku
kecuali melandai di pantai sua
akulah rindu
semakin menggila sepanjang waktu
semakin meronta di belantara jiwa
semakin dahsyat hantamannya
akulah rindu
sepanjang waktu
menderu-deru
menggebu-gedu
bergulung-gulung
tak akan reda badaiku
hingga diurai tonggak pertemuan
tak mungkin mengecil hasratku
sampai bertemu relung perjumpaan
tak akan pudar gelombangku
kecuali melandai di pantai sua
akulah rindu
semakin menggila sepanjang waktu
semakin meronta di belantara jiwa
semakin dahsyat hantamannya
akulah rindu
sepanjang waktu
Minggu, 02 Oktober 2011
untuk sebuah nama (lagi)
Sepi menjebak diri
yakin seakan sirna pergi
aku termangu sendiri
resapi segala resah yang me nghampiri
inilah garis yang mesti ku jalani
fikir jangan sampai terbebani
akhiri semua dengan penyerahan sejati
Untuk titah
letakkan kepala di atas sajadah
yang lainnya biar sajalah
asal akhirnya tunduk berserah
yakin seakan sirna pergi
aku termangu sendiri
resapi segala resah yang me nghampiri
inilah garis yang mesti ku jalani
fikir jangan sampai terbebani
akhiri semua dengan penyerahan sejati
Untuk titah
letakkan kepala di atas sajadah
yang lainnya biar sajalah
asal akhirnya tunduk berserah
Langganan:
Postingan (Atom)