di mana rindu mesti kusandarkan
ketika engkau abadi di dalam badan
ke mana rindu hendak kusampaikan
saat raga telah kau lepaskan
masih jelas segala kejadian
mulai hangat pelukan
senyum mengembang
tawa riang
segala perdebataan
ungkapan kekecewaan
hingga rintih kesakitan
aliran darah
semangat hidup
ku ingin tetap bersamamu
menyatu padu
bersamamu
jika tidak bisa dalam raga
cukupkan bagiku dalam jiwa
padamu aku meminta
berlandas do'a pada Sang Kuasa
temani aku selamanya
dalam wujud apapun engkau menjelma
menyatulah dalam sukma
jika tak rela engkau berpindah raga
Kamis, 06 Oktober 2011
Selasa, 04 Oktober 2011
membaca hati
mengeja hati tak seperti mengeja puisi
dalam puisi deret huruf berbirama rapi
alur suara berirama bunyi
ubah huruf menjadi mutiara
ubah bunyi menjadi penuh makna
suara hati tak selalu punya bunyi
dalam sepi menyimpan banyak misteri
tanpa suara menyampaikan segala arti
dibariskan tanpa eja
dibentangkan tanpa rupa
dihamparkan dalam keheningan makna
membaca jiwa tak seperti membaca sastra
tak ada kata dari jejeran aksara
tak ada tinta untuk menuliskannya
tak ada lembaran untuk menuangkannya
tindak laku mengganti aksara
gerak langkah mengganti pena
penerimaan jiwa menjadi lembarannya
tak terbaca dengan mengerjap mata
tak bermakna jika tanpa mata jiwa
pada lembaran di alam nyata
dalam puisi deret huruf berbirama rapi
alur suara berirama bunyi
ubah huruf menjadi mutiara
ubah bunyi menjadi penuh makna
suara hati tak selalu punya bunyi
dalam sepi menyimpan banyak misteri
tanpa suara menyampaikan segala arti
dibariskan tanpa eja
dibentangkan tanpa rupa
dihamparkan dalam keheningan makna
membaca jiwa tak seperti membaca sastra
tak ada kata dari jejeran aksara
tak ada tinta untuk menuliskannya
tak ada lembaran untuk menuangkannya
tindak laku mengganti aksara
gerak langkah mengganti pena
penerimaan jiwa menjadi lembarannya
tak terbaca dengan mengerjap mata
tak bermakna jika tanpa mata jiwa
pada lembaran di alam nyata
Senin, 03 Oktober 2011
kala rindu ingin mengadu
akulah rindu
menderu-deru
menggebu-gedu
bergulung-gulung
tak akan reda badaiku
hingga diurai tonggak pertemuan
tak mungkin mengecil hasratku
sampai bertemu relung perjumpaan
tak akan pudar gelombangku
kecuali melandai di pantai sua
akulah rindu
semakin menggila sepanjang waktu
semakin meronta di belantara jiwa
semakin dahsyat hantamannya
akulah rindu
sepanjang waktu
menderu-deru
menggebu-gedu
bergulung-gulung
tak akan reda badaiku
hingga diurai tonggak pertemuan
tak mungkin mengecil hasratku
sampai bertemu relung perjumpaan
tak akan pudar gelombangku
kecuali melandai di pantai sua
akulah rindu
semakin menggila sepanjang waktu
semakin meronta di belantara jiwa
semakin dahsyat hantamannya
akulah rindu
sepanjang waktu
Langganan:
Postingan (Atom)