Jumat, 24 Agustus 2012

r i n d u

menggelayut rindu dalam sepi
dahaga akan sua yang tak terperi
menitip kata pada hembus pagi
mohon bawa pada belahan hati
mengirim syair di malam sunyi
merambat naik lewat cahya purnama sidi

    aku luluh
        rapuh
            tanpa tulang
            tanpa sendi

tersimpuh lumpuh
di atas tanah tanpa permadani
terkapar bertelanjang dada
merapal kata bernama sua
sebagai telaga atas dahaga yang menggila

a s a

ku ingin merindu-Mu dengan sebenar rindu
ku ingin mencinta-Mu dengan setulus cinta
ku ingin berserah pada-Mu dengan sepenuh tunduk

     tak ada yang melampauinya
     tak ada yang mengalahkannya
     tak ada yang membandinginya

ku ingin detakku menjawab setiap penyebutan asma-Mu
ku ingin denyutku melafalkan keagungan-Mu
ku ingin nadiku mengalirkan rasa syukur pada-Mu

Kamis, 23 Agustus 2012

Ujung Harapan

Ya Allah
Sang Penggenggam jiwa
gembamlah jiwaku dalam telapakMu
biar hancur seluruh keinginan
kecuali menuju-Mu

Ya Rabb
Sang Pemelihara sukma
peliharalah ruhku agar senantiasa
   berada di garis-Mu

Aku linglung dalam keraguan
   ragu dalam kebimbangan
ku serahkan seluruh inginku pada-Mu
biar Engkau yang putuskan segalanya untukku
biar Engkau yang tentukan jalan pemenuhan inginku

aku bimbang dalam keraguan
    ragu dalam kebimbangan
biarlah sirna harapan dari pikiran
biarlah hilang keinginan dari anganan
semua milik-Mu
ku kembalikan pada-Mu
kan ku terima apapun yang Kau pilihkan untukku
kan ku syukuri apapun yang Kau tetapkan bagiku

menunduk pasrah di duli-Mu
meski peluh lumpur masih menempel di dahiku
ku serahkan hatiku padaMu
dan mohonku padaMu
perkenankan tulus sertai setiap penerimaanku