Rabu, 10 Oktober 2012

Puisi GILA

bergetar semestaku
menahan alir gelegak gelora
runtuh sudah tiang-tiang penyangga
menerjang menggulung gelombang birahi
    panas mendidih membakar ubun-ubun
       nyalakan jalang liar mata
          lumpuhkan akal nalar pikirku
menghitam kelam alam sekelilingku

mati-matian ku jaga cahya hati
pontang-panting ku tahankan api jiwa
dalam badai tak semakin menggila
   dalam gelombang yang semakin membabi buta

Kalau saja tak ada cahaya
mungkin t'lah masuk ku dalam gelombang gelora
lalu hancurkan apa saja
     padamkan cahya-cahya yang tak dijaga dengan semestinya
Untung saja masih ada api jiwa
hingga jalan di hadapku masih tampak arahnya
     masih selamat dari terperosok dalam jurang menganga


Senin, 08 Oktober 2012

doa kami

wahai Pemilik hati
             Penanam sukma
                 Penebar rasa
genggam hati kami di tanganMu
kendalikan sukma kami dari arasyMu
ratakan rasa kami di jalan takdirMu
lalu...
tumbuhkan tulus dalam diri kami
                      ikhlas dalam jiwa kami
untuk jalani garis kami

             nikmati perjalanan kami
                    syukuri keberadaan kami
amin....

Sabtu, 06 Oktober 2012

padamu, karenamu, bersamamu

pada sejuk pagi
ku titipkan asa yang tak lagi mau menanti
bersama kicau murai
ku sampaikan gelora yang semakin terburai
pada desir bayu
ku sisipkan hati yang lagi merindu
pada gemericik
ku lantunkan bisik
        akan jiwa yang mulai begidik

padamu bermula
karenamu alasan segala asa
bersamamu ingin ku akhiri segala