bergetar semestaku
menahan alir gelegak gelora
runtuh sudah tiang-tiang penyangga
menerjang menggulung gelombang birahi
panas mendidih membakar ubun-ubun
nyalakan jalang liar mata
lumpuhkan akal nalar pikirku
menghitam kelam alam sekelilingku
mati-matian ku jaga cahya hati
pontang-panting ku tahankan api jiwa
dalam badai tak semakin menggila
dalam gelombang yang semakin membabi buta
Kalau saja tak ada cahaya
mungkin t'lah masuk ku dalam gelombang gelora
lalu hancurkan apa saja
padamkan cahya-cahya yang tak dijaga dengan semestinya
Untung saja masih ada api jiwa
hingga jalan di hadapku masih tampak arahnya
masih selamat dari terperosok dalam jurang menganga
Rabu, 10 Oktober 2012
Senin, 08 Oktober 2012
doa kami
wahai Pemilik hati
Penanam sukma
Penebar rasa
genggam hati kami di tanganMu
kendalikan sukma kami dari arasyMu
ratakan rasa kami di jalan takdirMu
lalu...
tumbuhkan tulus dalam diri kami
ikhlas dalam jiwa kami
untuk jalani garis kami
Penanam sukma
Penebar rasa
genggam hati kami di tanganMu
kendalikan sukma kami dari arasyMu
ratakan rasa kami di jalan takdirMu
lalu...
tumbuhkan tulus dalam diri kami
ikhlas dalam jiwa kami
untuk jalani garis kami
nikmati perjalanan kami
syukuri keberadaan kami
amin....
syukuri keberadaan kami
amin....
Sabtu, 06 Oktober 2012
padamu, karenamu, bersamamu
pada sejuk pagi
ku titipkan asa yang tak lagi mau menanti
bersama kicau murai
ku sampaikan gelora yang semakin terburai
pada desir bayu
ku sisipkan hati yang lagi merindu
pada gemericik
ku lantunkan bisik
akan jiwa yang mulai begidik
padamu bermula
karenamu alasan segala asa
bersamamu ingin ku akhiri segala
ku titipkan asa yang tak lagi mau menanti
bersama kicau murai
ku sampaikan gelora yang semakin terburai
pada desir bayu
ku sisipkan hati yang lagi merindu
pada gemericik
ku lantunkan bisik
akan jiwa yang mulai begidik
padamu bermula
karenamu alasan segala asa
bersamamu ingin ku akhiri segala
Langganan:
Postingan (Atom)