sibak hening malam
dengan lantunan nyanyian permohonan
dirintih isak tertahan
coba selami pekat relung palung sukma
meraba rangkaian do'a akan cahaya
gemerlip indah di kelam jiwa
coba tundukkan angkuh sombong
dengan simpuh dalam ketakberdayaan
ucap takbir agungkan Sang Esa
ulang tahlil abaikan segala
tegas tasbih sucikan Dzat Kuasa
nyanyian jiwa yang tak lagi bercahaya
masih hambar di telinga jiwa
karna cahaya tertutup pekatnya
karna indah terhalang tirainya
coba buka tirai rahasia
tuk temukan kesejatian jiwa manusia
gemerlap mutiara di relung sukma
memancar cahaya seluruh raga
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Coba Kembali
pelan ku tarik nafasku
rasakan desir masuki ronggaku
alirkan ke pusat otakku
dinginkan panas kepalaku
arahkan ke degub jantungku
sejukkan gersang jiwaku
pelan ku hembuskan nafas
keluar lalui lobang hidungku
lepaskan beban pikiranku
kurangi berat dentum jantungku
perlahan pejamkan mata
jernihkan rasa
singkirkan gamang luar biasa
bangkitkan yakin akan asa
renungkan jalan di bentang masa
dalam hening
ku harap semua jadi bening
dari rintih
ku harap akhirnya jadi jernih
biar bening mengalir dalam jernih
menebar pada tubuh
dalam jiwa
lewat nadi juga syaraf-syaraf inti
menuju takdir kesemestaan diri
menuju tetap kesempurnaan sejati
rasakan desir masuki ronggaku
alirkan ke pusat otakku
dinginkan panas kepalaku
arahkan ke degub jantungku
sejukkan gersang jiwaku
pelan ku hembuskan nafas
keluar lalui lobang hidungku
lepaskan beban pikiranku
kurangi berat dentum jantungku
perlahan pejamkan mata
jernihkan rasa
singkirkan gamang luar biasa
bangkitkan yakin akan asa
renungkan jalan di bentang masa
dalam hening
ku harap semua jadi bening
dari rintih
ku harap akhirnya jadi jernih
biar bening mengalir dalam jernih
menebar pada tubuh
dalam jiwa
lewat nadi juga syaraf-syaraf inti
menuju takdir kesemestaan diri
menuju tetap kesempurnaan sejati
Senin, 29 November 2010
cukupkanlah Engkau bagiku
tak ada yang tahu
pedih dan sakitku
dan memang
tak perlu ada yang tahu
cukuplah Engkau bagiku
ku coba maknai perihku
sebagai nikmat dari-Mu
ku coba terima pedihku
sebagai anugerah bagi jiwaku
semua pasti yang terbaik dari-Mu
tak pernah dan tak akan Engkau
tinggalkanku
semua pasti demi baikku
garis yang pasti benar dari-Mu
coba ku terima dengan lapang
meski gamang tak kunjung hilang
coba sikapi dengan tenang
meski gelisah tak terbilang
mestinya memang tak perlu ku ungkap
sakitku
jika sekedar buat orang mengerti sakitku
mestinya memang tak perlu ku ungkap
perihku
jika sekedar orang iba padaku
mestinya cukuplah Engkau sebagai tempat
keluhku
atas pedih
perih
sakit
luka
yang tentu berasal dari-Mu
untuk menegaskan diriku
pedih dan sakitku
dan memang
tak perlu ada yang tahu
cukuplah Engkau bagiku
ku coba maknai perihku
sebagai nikmat dari-Mu
ku coba terima pedihku
sebagai anugerah bagi jiwaku
semua pasti yang terbaik dari-Mu
tak pernah dan tak akan Engkau
tinggalkanku
semua pasti demi baikku
garis yang pasti benar dari-Mu
coba ku terima dengan lapang
meski gamang tak kunjung hilang
coba sikapi dengan tenang
meski gelisah tak terbilang
mestinya memang tak perlu ku ungkap
sakitku
jika sekedar buat orang mengerti sakitku
mestinya memang tak perlu ku ungkap
perihku
jika sekedar orang iba padaku
mestinya cukuplah Engkau sebagai tempat
keluhku
atas pedih
perih
sakit
luka
yang tentu berasal dari-Mu
untuk menegaskan diriku
Langganan:
Postingan (Atom)