Rabu, 01 Desember 2010

di Ujung Malam

sibak hening malam
dengan lantunan nyanyian permohonan
  dirintih isak tertahan

coba selami pekat relung palung sukma
    meraba rangkaian do'a akan cahaya
gemerlip indah di kelam jiwa

coba tundukkan angkuh sombong
dengan simpuh dalam ketakberdayaan
ucap takbir agungkan Sang Esa
ulang tahlil abaikan segala
tegas tasbih sucikan Dzat Kuasa

nyanyian jiwa yang tak lagi bercahaya
masih hambar di telinga jiwa
karna cahaya tertutup pekatnya
karna indah terhalang tirainya

coba buka tirai rahasia
tuk temukan kesejatian jiwa manusia
gemerlap mutiara di relung sukma
memancar cahaya seluruh raga

Selasa, 30 November 2010

Coba Kembali

pelan ku tarik nafasku
rasakan desir masuki ronggaku
    alirkan ke pusat otakku
    dinginkan panas kepalaku
    arahkan ke degub jantungku
    sejukkan gersang jiwaku

pelan ku hembuskan nafas
keluar lalui lobang hidungku
     lepaskan beban pikiranku
     kurangi berat dentum jantungku

perlahan pejamkan mata
jernihkan rasa
    singkirkan gamang luar biasa
        bangkitkan yakin akan asa
          renungkan jalan di bentang masa

dalam hening
ku harap semua jadi bening
dari rintih
ku harap akhirnya jadi jernih
biar bening mengalir dalam jernih
menebar pada tubuh
                 dalam jiwa
lewat nadi juga syaraf-syaraf inti
    menuju takdir kesemestaan diri
    menuju tetap kesempurnaan sejati

Senin, 29 November 2010

cukupkanlah Engkau bagiku

tak ada yang tahu
  pedih dan sakitku
dan memang
tak perlu ada yang tahu
cukuplah Engkau bagiku

ku coba maknai perihku

    sebagai nikmat dari-Mu
ku coba terima pedihku
    sebagai anugerah bagi jiwaku

semua pasti yang terbaik dari-Mu

tak pernah dan tak akan Engkau
   tinggalkanku

semua pasti demi baikku

garis yang pasti benar dari-Mu

coba ku terima dengan lapang

meski gamang tak kunjung hilang
coba sikapi dengan tenang
meski gelisah tak terbilang

mestinya memang tak perlu ku ungkap

          sakitku
jika sekedar buat orang mengerti sakitku
mestinya memang tak perlu ku ungkap
         perihku
jika sekedar orang iba padaku

mestinya cukuplah Engkau sebagai tempat

             keluhku
atas pedih
          perih
            sakit
              luka
yang tentu berasal dari-Mu
untuk menegaskan diriku