Minggu, 05 Desember 2010

malam ini

berteman sepi
berdandeng sunyi
di tengah rintik
    di kelam malam
tertatih menggigil kedinginan
tapak perih di sela batu terjal
tergelincir, terjatuh di kubang jalan

tubuh renta
  dengan semangat sisa
memaksa bangkit
  pertahankan asa

rintih lirih tertelan tetes mengalir
tulang ngilu
  sumsum membeku
tanpa dekap selimut kebersamaan

Kamis, 02 Desember 2010

Engkau, tak bisa ku duakan

bagaimana ku duakan dirimu
cintamu mengalir dalam nadiku
rindu mengisi tiap hembusan nafasku

bagaimana ku abaikan dirimu
semangatmu menyinari hidupku
mimpimu menyatu mimpiku

getar rindu padamu
berdenyut slalu di jantungku
memompa cinta
    menyebar ke suluruh poriku
kobar semangatmu
membakar beku keputus asaanku

bagaimana ku duakan dirimu
 engkau bertahta di jiwaku
   penghuni kemegahan di relungku

Rabu, 01 Desember 2010

di Ujung Malam

sibak hening malam
dengan lantunan nyanyian permohonan
  dirintih isak tertahan

coba selami pekat relung palung sukma
    meraba rangkaian do'a akan cahaya
gemerlip indah di kelam jiwa

coba tundukkan angkuh sombong
dengan simpuh dalam ketakberdayaan
ucap takbir agungkan Sang Esa
ulang tahlil abaikan segala
tegas tasbih sucikan Dzat Kuasa

nyanyian jiwa yang tak lagi bercahaya
masih hambar di telinga jiwa
karna cahaya tertutup pekatnya
karna indah terhalang tirainya

coba buka tirai rahasia
tuk temukan kesejatian jiwa manusia
gemerlap mutiara di relung sukma
memancar cahaya seluruh raga