Sabtu, 03 November 2012

Mohon Ampuni dan Sayangi....

Rabbi ighfirli
ampunkan aku ya rabb
ampunkan atas segala lalaiku
ketakmampuanku untuk
    mensyukuri segala nikmat-Mu
    menerima garis-Mu sebagai yang terbaik bagiku

Allahumma irhami
curahkan kasih sayang-Mu padaku ya rabb
agar mampu merela setiap peristiwa hidupku
bahwa tangis,
                perih,
                  duka,
                    lara
adalah jalan menuju dewasa jiwa
menuju kesejatian manusia



Rabu, 31 Oktober 2012

Lalu, mengapa tak juga aku bersyukur pada-Mu

Segalanya dari-Mu
anugerah terbaik untukku

resah gelisah adalah anugerah terbaik-Mu
cara-Mu mendewasakanku
segala rasa yang masuk dalam hatiku
juga pemberian terbaik-Mu
cara-Mu melembutkan jiwaku

sedihku anugerah
tangisku anugerah
senangku anugerah
tawaku anugerah
segalanya anugerah
agar aku tetap dalam kemanusiaan dan kehambaanku
    pada-Mu

kesendirianku nikmat

kegelisahan jiwaku nikmat
kesepian sukmaku nikmat
jalan dari-Mu agar aku selalu mengingat-Mu

Segalanya pemberian terbaik-Mu
anugerah terbesar bagiku
lalu....
mengapa tak selalu aku bersyukur pada-Mu
atas segala keluarbiasaan dalam perjalananku

Semua adalah titik-titik di jalan panjangku
menuju-Mu
cara-Mu menunjukiku arah kembali pada-Mu
lalu....
mengapa aku mesti meratapi jalan khususku
mengapa bukan bersyukur saja yang ku lakukan
atas segala anugerah menuju kesejatianku....

Segalanya adalah anugerah
segalanya adalah nikmah
maka syukur mesti melandasi ibadah
            syukur mesti tak hanya di atas sajadah...

Kamis, 25 Oktober 2012

kala kembang jeruk mulai mekar

wangi bunga jeruk depan rumah
menebar wangi menembus dinding kayu
ku hirup dalam-dalam

mata terpejam
berjalan susuri lorong waktu
menuju saat kau belai daun
dengan senyum harapan akan kembang
berakhir pada buah siap dimakan

badan tergetar
lintasi ruang lintas alam
menuju waktu itu
saat kau katakan padaku
engkau segalanya bagiku

keringat bercucuran
tembus hijab antar zaman
menuju saat kau ceritakan padaku
bahwa tanaman juga butuh kasih sayang

masih saja mata terpejam
                    badan tergetar
                     keringat bercucuran
masih saja ku hidup dalam-dalam
 aroma kembang jeruk di halaman depan