Kamis, 08 Agustus 2013

Idul Fitri, kembali pada kesejatian diri

takbir berkumandang
semesta menyambutnya dengan takbir yang lebih membahana dari seluruh pengeras suara
langit pun membuka tirainya
membuka pintu bagi pinta para hamba

inilah Idul Fitri
pesta kemenangan bagi jiwa-jiwa yang diridloi Tuhannya
pesta dengan hamparan karpet berbentuk takbir
meja megah berupa tahlil
makanan lezat berbentuk ampunan
minuman segar berupa kesejukan kasih sayang

inilah Idul Fitri
saat kering sirna dari jiwa
kala noda tak lagi menghinggap sukma
ketika marah berganti ramah
saat benci berubah cinta
kala dendam menjadi ampunan
ketika perseteruan beralih perdamaian

inilah Idul Fitri
bagi jiwa-jiwa yang rela membagi surga
bagi sukma-sukma yang sekuat tenaga menutup neraka bagi saudaranya

inilah Idul Fitri
bagi jiwa-jiwa yang kembali kepada fitrahnya
menebar kasih dan cinta kepada sekitarnya
membawa damai sukma bagi teman maupun musuhnya
bagi diri yang melangkah menuju sejati

Selasa, 30 Juli 2013

tanyaku kali ini (setelah Ramadlan tinggal tersisa sepertiga

bagaimana ku mengaku begitu merindu-Mu
sedang mendekati-Mu saja aku ragu-ragu

bagaimana ku merasa begitu merindu-Mu
sedang malam-malamku masih saja berhias mimpi-mimpi semu

bagaimana ku ikrarkan sepenuh cinta untuk-Mu
sedang ragaku masih sangat mendamba nafsu

bagaimana ku persembahkan keindahan malam dalam cinta pada-Mu
sedang keinginan nafsuku masih begitu menggebu

bagaimana ku tunjukkan fana dalam cinta-Mu
sedang dunia masih begitu menggangguku

bagaimana ku katakan aku merindu dan mencinta-Mu
sedang hasrat masih ku gelorakan untuk mengejar dunia nafsu

bagaimana ........

Sabtu, 20 Juli 2013

kembali ku berdo'a


Ya Allah…
Mencoba aku untuk tidak mengeluhkan apapun
Meski dada hampir meledak menahan tekana
Meski nalar hampir hilang mempertahankan kewarasan

Mencoba aku untuk hanya bersandar pada-Mu
Saat lumpuh segala mampu yang Engkau pinjamkan padaku
Saat akal kehilangan seluruh kecerdasan
Saat kebodohan dan kedaifan mulai menguasai jiwa dan badan

Mencoba aku untuk menahan semua dalam segumpal darah di dadaku
Mencoba untuk tidak mengatakan apapun kepada siapapun
Meski kepada ia yang aku yakini menyimpan separo jiwaku

Ya Allah….rabb semesta raya
Sungguh dalam ketiadaan jalan kurasakan betapa benar-benar tak berdaya
Aku ku menjadi tak lagi mampu berkata apa-apa
Lumpuh selumpuh-lumpuhnya
Megap-megap mencari udara agar tetap bertahan dalam jiwa
Sungguh dalam kebuntuan segala kemungkinan nalar
Aku ku mulai mengutuk ketidak berdayaanku
Tanpa mampu berbuat apapun selain mengutuk dan merajuk

Ya Allah…ilah bagi setiap ruh yang tersebar di kolong semesta
Dalam ketiadaan jalan aku mencoba merangkak pulang
Menuju sejati yang mungkin lama ku tinggalkan
Biar tercabik segala kebutuhan
Biar bernanah darah segala hasrat dan keinginan

Ya Allah….penggenggam seluruh jiwa di semesta raya
Perkenankan ku kembali mengetuk pintu-Mu
Bersuci di telaga kemurnian jiwa
Biar luntur seluruh noda dan lumpur hitam hawa
Biar terbakar seluruh lapisan keinginan dunia
Biar legam kulit ragaku terbakar air pensucian-Mu

Ya Allah…….