aku merindumu sepanjang waktuku
mengalir dalam alir darahku
berhembus bersama nafasku
bergerak bersama langkah kakiku
merengkuh dalam tiap gerak tanganku
aku merindumu dalam seluruh waktuku
menuju sua yang tak pernah tahu kapan jua
aku menyebutmu dalam tiap kata yang keluar dari jiwa
bersama detak yang mendenyut di jantungku
dalam denyut yang mengalir di nadiku
aku menyebutmu sepanjang waktu
dalam sadar dan tidurku
aku merindumu dalam selurung ruang waktu
melintas batas alam, melampauinya daya nalar
merasuk jiwa abaikan keterbatasan raga
aku merindumu sepanjang sisa nafasku
sebagai syukur atas anugerah cinta kasihmu
dari Ia Sang Segala Tahu
aku menyebutmu bahkan dalam ruku sujudku
bersama Asma dan salam sang Rasul penutup waktu
aku menyebutmu dalam untaian doa harapku
iringi puja pada Sang Pemilik Waktu
setelah salawat pada sang kekasih Tuhanku
aku merindumu
menunggu suamu
menanti turun wujudmu
dalam bentuk apapun yang diperkenankan Sang Penguasa Rindu
aku merindumu belahan jiwaku
separuh sukmaku
setengah nafasku
aku melihatmu dalam tiap percik jiwa yang kau tebar di sekitarku
dalam hembus semilir kirimkan wangimu
dalam tiap desah yang tiba-tiba menyambangiku
aku merindumu
sepenuh
seluruh
seutuh
Allah, Tuhan Penggenggam Segala yang tersimpan di kalbu
mohon perkenan-Mu
aku sungguh mohon perkenan-Mu
perkenankan wujud kembali dalam nyataku
perkenankan rindu abadi menghias relungku
perkenankan aku mampu ridlo atas segala tetap-Mu (amin)
Selasa, 03 September 2013
Sabtu, 31 Agustus 2013
aku, engkau, dan Tuhan
aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
segala tentangmu menggetar hati dan jiwaku
dalam tarik nafasku mengalir nama dan getarmu
indah mengguncang sadar maupun bawah sadarku
aku tak tahu apakah merindumu atau menggilamu
seakan harus ada dirimu dalam tiap gerakku
tak ada yang lain yang boleh menyebutmu
penyebutan namamu kecuali dariku hanya akan memedihkan hatiku
menyayat sukmaku dalam rindu yang menggebu
aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
selaksa puja tak pernah cukup mewakili gelombang yang menghantam relungku
sejuta puji tak pernah mampu mengungkap apa yang menghias sukmaku
aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
Tuhan, inikah anugerah yang bisa memperdayaku?
inikah nikmat yang bisa menyeretku menuju adzab?
inikah keindahan yang bisa menjerumuskanku dalam kenistaan?
Tuhan, aku yakin segala dari-Mu adalah yang terbaik untukku
maka aku memohon pada-Mu
memohon perkenan-Mu
agar setiap nikmat-Mu mampu ku syukuri
agar setiap anugerah-Mu mampu ku nikmati
agar keindahan dari-Mu tak pernah menterlenakanku
Tuhan, aku memohon pada-Mu
sungguh-sungguh memohon pada-Mu
mohon perkenan-Mu
segala tentangmu menggetar hati dan jiwaku
dalam tarik nafasku mengalir nama dan getarmu
indah mengguncang sadar maupun bawah sadarku
aku tak tahu apakah merindumu atau menggilamu
seakan harus ada dirimu dalam tiap gerakku
tak ada yang lain yang boleh menyebutmu
penyebutan namamu kecuali dariku hanya akan memedihkan hatiku
menyayat sukmaku dalam rindu yang menggebu
aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
selaksa puja tak pernah cukup mewakili gelombang yang menghantam relungku
sejuta puji tak pernah mampu mengungkap apa yang menghias sukmaku
aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
Tuhan, inikah anugerah yang bisa memperdayaku?
inikah nikmat yang bisa menyeretku menuju adzab?
inikah keindahan yang bisa menjerumuskanku dalam kenistaan?
Tuhan, aku yakin segala dari-Mu adalah yang terbaik untukku
maka aku memohon pada-Mu
memohon perkenan-Mu
agar setiap nikmat-Mu mampu ku syukuri
agar setiap anugerah-Mu mampu ku nikmati
agar keindahan dari-Mu tak pernah menterlenakanku
Tuhan, aku memohon pada-Mu
sungguh-sungguh memohon pada-Mu
mohon perkenan-Mu
Minggu, 18 Agustus 2013
merindu sangat akan hadir-Mu di jiwaku
sangat ingin aku merasakan hadir-Mu
hadir yang benar-benar merasuk di kalbu
hadir yang benar-benar mengalir dalam darahku
hadir yang menggetarkan seluruh badanku
hadir yang menundukkanku di atas sajadah lusuhku
sangat ingin aku menikmati hadir-Mu
dalam desah
dalam tingkah
dalam pasrah
sangat ingin aku meyakini hadir-Mu
menarikku dalam tunduk sepenuh seluruh
membawaku dalam larut mabuk asma-Mu
melepaskan sukma dari kungkungan ragaku
sangat ingin aku menghayati hadir-Mu
dalam tiap keluar masuk alir nafasku
dalam tiap denyut detak jantung nadiku
dalam tiap gerak lemah keras tanganku
dalam tiap langkah ayun kakiku
dalam tiap bayang cahaya yang menembus mataku
dalam tiap getar suara yang menembus gendangku
sangat ingin aku tenggelam dalam hadir-Mu
biar sirna seluruh ingin selain-Mu
biar musnah setiap harap selain-Mu
biar tiada cita kecuali kepada-Mu
biar cinta melimpah ruah di jiwaku
sangat ingin aku merasakan hadir-Mu
hadir yang benar-benar merasuk di kalbu
hadir yang benar-benar mengalir dalam darahku
hadir yang menggetarkan seluruh badanku
hadir yang menundukkanku di atas sajadah lusuhku
sangat ingin aku menikmati hadir-Mu
dalam desah
dalam tingkah
dalam pasrah
sangat ingin aku meyakini hadir-Mu
menarikku dalam tunduk sepenuh seluruh
membawaku dalam larut mabuk asma-Mu
melepaskan sukma dari kungkungan ragaku
sangat ingin aku menghayati hadir-Mu
dalam tiap keluar masuk alir nafasku
dalam tiap denyut detak jantung nadiku
dalam tiap gerak lemah keras tanganku
dalam tiap langkah ayun kakiku
dalam tiap bayang cahaya yang menembus mataku
dalam tiap getar suara yang menembus gendangku
sangat ingin aku tenggelam dalam hadir-Mu
biar sirna seluruh ingin selain-Mu
biar musnah setiap harap selain-Mu
biar tiada cita kecuali kepada-Mu
biar cinta melimpah ruah di jiwaku
sangat ingin aku merasakan hadir-Mu
Langganan:
Postingan (Atom)