Engkau istimewa
semua muslim tahu dan mengakuinya
Engkau penuh dengan keutamaan
itupun tidak ada yang mengingkarinya
Engkau menggerakkan jiwa menuju kebaikan
terlihat nyata kala awal hadirmu
bahkan hanya bahagia akan hadirmu
bisa menjadi jalan menuju surga-Nya
namun,
kami bukanlah engkau
kami masihlah pencari keutamaan dengan mengatasnamakanmu
kami masihlah mengunggulkan kepentingan kami dengan memanfaatkanmu
kami giat di bulanmu
karna kami masih silau dengan janji berlipatgandanya pahala
kami hidupkan malam kami di malammu
karna kami masih menginginkan kemuliaan berlimpah dengan amalan tak seberapa
kami tadaruskan ayat-ayat suci di siang malammu
karna kami masih mengharap kemeriahannya
maafkan kami karena kebodohan kami
kami belum benar-benar mampu belajar darimu
belajar untuk benar-benar menghidupkan jiwa kami
bukan sekedar gerak dan tingkat lahiri tanpa ruh batini
belum mampu kami tanam benih-benih rahmah kasih sayang
yang menjadi sifat dasar utamamu
apalagi kelapangan dada untuk meminta dan memberi maaf atas kesalahan-kesalahan
dada kami masih sesak penuh kemarahan dan benci
jiwa kami masih saja belum mampu menerima ketika tersakiti
lalu,
bagaimana keselamatan dari api mampu kami raih dan jalani
jika kasih sayang masih ternodai oleh kebencian
jika hasrat memaafkan masih dikalahkan oleh kemarahan
Semoga perkenan turun kepada kami
agar kami mampu melangkah menuju diri sejati
Semoga engkau bukan sekedar menjadi bulan suci bagi kami
namun merasuk dalam jiwa kami sebagai benih-benih menuju kesejatian abadi
Minggu, 19 Juni 2016
Rabu, 03 Februari 2016
pada-Mu, mestinya
pada-Mu
mestinya semua dikembalikan
pada-Mu
mestinya semua disandarkan
pada-Mu
mestinya semua diserahkan
pada-Mu
mestinya semua ditundukkan
pada-Mu
mestinya semua berasal dan menuju
namun,
seringkali kami lupa diri
seringkali kami merasa mumpuni
seringkali kami merasa menguasai
seringkali kami mengingkari
nikmat kami salah gunakan
anugerah kami salah manfaatkan
cobaan salah kami artikan
amanat salah kami jalankan
hanya perkenan dari-Mu
untuk memperbaiki segala
cuma perkenan-Mu
yang memungkinkan perubahan segala
dan
amin
untuk setiap doa
mestinya semua dikembalikan
pada-Mu
mestinya semua disandarkan
pada-Mu
mestinya semua diserahkan
pada-Mu
mestinya semua ditundukkan
pada-Mu
mestinya semua berasal dan menuju
namun,
seringkali kami lupa diri
seringkali kami merasa mumpuni
seringkali kami merasa menguasai
seringkali kami mengingkari
nikmat kami salah gunakan
anugerah kami salah manfaatkan
cobaan salah kami artikan
amanat salah kami jalankan
hanya perkenan dari-Mu
untuk memperbaiki segala
cuma perkenan-Mu
yang memungkinkan perubahan segala
dan
amin
untuk setiap doa
Kamis, 21 Januari 2016
Menyandar Harapan
sungguh sangat ingin aku dipuji dan disanjung
meski pengetahuan nalarku tidak mengijinkannya
sungguh sangat ingin aku dipandang sebagai hebat dan luar biasa
meski para guru mengajarkan yang sebaliknya
sungguh sangat ingin aku dikenal sebagai teladan kebaikan
mesti tata nilai dan agama yang ditanamkan padaku melarangnya
sungguh setiap saat kesombongan terjalin terpintal di antara kerendah hatian yang ku usahakan
sungguh setiap detik keakuan menuntut pengakuan akan kehebatan, meski ketika sedang menunduk di hadapan Sang Pemegang Kehidupan
tak ada kuasa untuk menghindarinya
karna kadang menghindar sama dengan meminta pengakuan yang lebih tinggi dari sebelumnya
hanya jika Engkau berkenan, segalanya menjadi tak ada halangan
hanya saat Engkau mengijinkan, kemustahilan akan berubah menjadi keniscayaan
Semoga Engkau berkenan...
Langganan:
Postingan (Atom)