Kadang pada ujung malam ku masih berharap
semua adalah mimpi
semua kembali seperti sedia kala
ketika kesadaranku muncul saat
engkau sudah merapikan semua
saat ku masih mencoba membuka mata
belaimu mengingatkanku akan subuh yang
kan segera berlalu
Tapi sungguh
ini tak lagi merupakan mimpi
ku buka mata dan kau tak lagi di sisiku
tidak sedang merapikan segala sesuatu
tidak pula sedang mengingatkan subuh yang
kan segera berlalu
ku rengguh kesadaran pagiku
dan kau tak lagi di sisiku
tidak di dapur
tidak pula di ruang tengah rumah kita
Sungguh,
hingga kini pun ku harap
ini semua hanya mimpi
yang kan sirna saat ku buka mata
yang kan musnah ketika pagi tiba
Tapi memang harus ku terima
ini semua tidak lagi mimpi
semua nyata dalam tetap-Nya
Selasa, 18 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
ku hanyut di dalammu
Ku turuti maumu
biar larut dalam alirmu
Ku ikuti inginmu
biar padu dalam arusmu
ku percaya padamu
akan baiknya arahku
ku percaya padamu
akan jalan pilihanmu
yakinku padamu
sepenuh hatiku
jalan di depan kita
pasti ada ujung
ujung yang akan sampaikan
pada tujuan
ujung yang akan berakhir
dengan pertemuan
ku ikuti saja maumu
ku yakin kan bertemu
dengan jawabmu
semua kini di tanganmu
dalam kuasamu
tentu saja atas kehendak Tuanmu
bukankah begitu???
rinduku....
biar larut dalam alirmu
Ku ikuti inginmu
biar padu dalam arusmu
ku percaya padamu
akan baiknya arahku
ku percaya padamu
akan jalan pilihanmu
yakinku padamu
sepenuh hatiku
jalan di depan kita
pasti ada ujung
ujung yang akan sampaikan
pada tujuan
ujung yang akan berakhir
dengan pertemuan
ku ikuti saja maumu
ku yakin kan bertemu
dengan jawabmu
semua kini di tanganmu
dalam kuasamu
tentu saja atas kehendak Tuanmu
bukankah begitu???
rinduku....
Tiba-tiba aku merindumu
deras hujan mengalir turun
susuri genteng rumah kita
gemeresak suara air
rambati tiap sudut miring atap rumah kita
menetas pada batu-batu kecil di sekitar rumah kita
mengalir pasti menuju selokan dengan muara
sungai di dekat rumah kita
semua mengalirkan rindu
tiap tetes yang menjadi deras
membawa detak rindu yang tiba-tiba
tiap suara titik air di batuan
melantunkan sahyu lagu rindu yang menggelora
deras hujan menambatkan rindu
di pantai hati
gemericik air mendendangkan rindu
di relung jiwa
semua begitu tiba-tiba
rinduku menggebu
rinduku menggelora
rinduku menggelegak
rinduku padamu
menghantam dinding-dinding hatiku
tiba-tiba aku rindu padamu
sangat rindu padamu
susuri genteng rumah kita
gemeresak suara air
rambati tiap sudut miring atap rumah kita
menetas pada batu-batu kecil di sekitar rumah kita
mengalir pasti menuju selokan dengan muara
sungai di dekat rumah kita
semua mengalirkan rindu
tiap tetes yang menjadi deras
membawa detak rindu yang tiba-tiba
tiap suara titik air di batuan
melantunkan sahyu lagu rindu yang menggelora
deras hujan menambatkan rindu
di pantai hati
gemericik air mendendangkan rindu
di relung jiwa
semua begitu tiba-tiba
rinduku menggebu
rinduku menggelora
rinduku menggelegak
rinduku padamu
menghantam dinding-dinding hatiku
tiba-tiba aku rindu padamu
sangat rindu padamu
Langganan:
Postingan (Atom)