Minggu, 30 Mei 2010

tentang asaku

ku coba tetap melangkah
   meski penuh ragu
ku coba tetap tengadah
   meski dengan malu
ku coba tersenyum
   meski linang tetap mengalir
ku coba tegak berdiri
   meski kaki serasa lumpuh

di tengah padang kini ku rasa
hanya hamparan luas membentang
tanpa tetumbuhan hanya gersang meradang
menyengat kaki tempat pijakan
tanpa ranting dahan sebagai pegangan
   ketika lemas tak tertahankan
   ketika sendi tak lagi punya kekuatan

hanya satu asa masih terbilang
sejuk limpahan anugerah Tuhan
damai hati dalam peluk ketetapan
teguh iman dalam tapak perjalanan
rahmat Tuhan yang kalahkan kemurkaan

Jumat, 28 Mei 2010

sampai hari ini

masih sepi hari ku lalui
masih sunyi pagi ku temui
masih hampa asa ku rasa

    sepi tapi tanpa hening
    sunyi tapi tanpa bening
    hampa tepi terjal di bawahnya

tak ada niat untuk melupakan
tak ada ingin untuk mengabaikan
tak ada hasrat untuk menduakan

      menghentak berdenyut
      menggelegar bergelora
      mengalir bergelombang

cinta itu masih bergelora
dan inginku kan tetap bergelora
rindu itu masih menebar dahaga
yang terpuaskan hanya dengan sua
dan ku harap mampu tahan dahaga
   hingga pada akhir sua

sepenuh seluruh jiwa
    menyatu memadu
segala setiap angan
   membayang mengimpikan

hadirmu adalah niscayaku
jiwamu jiwaku biarlah tetap satu
cintamu cintaku memadu
   mengalir dalam tindak langkahku
    penuhi setiap lorong dan relung dengan kemegahan
       sirami tiap layu biar pupus kembali segar menghijau

Minggu, 23 Mei 2010

hujan malam ini

hamd coba ku alirkan bersama tiap tetes
       curahan rahmat-Mu
seiring tahmid takbir semesta raya
inilah berkah awali kehidupan
     sebagai sebab tumbuhnya segala tetanaman
     sebagai sebab sejuknya setiap kekeringan
     sebagai sebab segarnya kering kerongkongan

tiap tetes dalam deras berkah-Mu
melantunkan keikhlasan pengakbaran-Mu
mengiramakan lantunan merdu pujian untuk-Mu
    bersama semesta selaraskan abadi penghambaan
    bersama setiap jiwa yang rindukan keridloan

tiap tetes dalam aliran berkah-Mu
mengabadikan jejak-jejak kerinduan
melanggengkan sulur-sulur pengharapan
    iringi tiap titah menuju takdirnya
    iringi perjalanan suci jiwa tuju asalnya

tiap tetes ketak terputusan rahmah-Mu
mengalir rindu tanpa ada jemu
merangkak perlahan menuju tujuan
lewati segala arah melintang

tiap tetes dalam deras berkah-Mu
biarlah guyur panas nafsuku
         sejukkan nafas api egoku
               damaikan gelisah keterpisahan jiwaku

tiap tetes dalam deras berkah-Mu
semoga berkah tak pernah jadi musibah