bagaimana ku duakan dirimu
cintamu mengalir dalam nadiku
rindu mengisi tiap hembusan nafasku
bagaimana ku abaikan dirimu
semangatmu menyinari hidupku
mimpimu menyatu mimpiku
getar rindu padamu
berdenyut slalu di jantungku
memompa cinta
menyebar ke suluruh poriku
kobar semangatmu
membakar beku keputus asaanku
bagaimana ku duakan dirimu
engkau bertahta di jiwaku
penghuni kemegahan di relungku
Kamis, 02 Desember 2010
Rabu, 01 Desember 2010
di Ujung Malam
sibak hening malam
dengan lantunan nyanyian permohonan
dirintih isak tertahan
coba selami pekat relung palung sukma
meraba rangkaian do'a akan cahaya
gemerlip indah di kelam jiwa
coba tundukkan angkuh sombong
dengan simpuh dalam ketakberdayaan
ucap takbir agungkan Sang Esa
ulang tahlil abaikan segala
tegas tasbih sucikan Dzat Kuasa
nyanyian jiwa yang tak lagi bercahaya
masih hambar di telinga jiwa
karna cahaya tertutup pekatnya
karna indah terhalang tirainya
coba buka tirai rahasia
tuk temukan kesejatian jiwa manusia
gemerlap mutiara di relung sukma
memancar cahaya seluruh raga
dengan lantunan nyanyian permohonan
dirintih isak tertahan
coba selami pekat relung palung sukma
meraba rangkaian do'a akan cahaya
gemerlip indah di kelam jiwa
coba tundukkan angkuh sombong
dengan simpuh dalam ketakberdayaan
ucap takbir agungkan Sang Esa
ulang tahlil abaikan segala
tegas tasbih sucikan Dzat Kuasa
nyanyian jiwa yang tak lagi bercahaya
masih hambar di telinga jiwa
karna cahaya tertutup pekatnya
karna indah terhalang tirainya
coba buka tirai rahasia
tuk temukan kesejatian jiwa manusia
gemerlap mutiara di relung sukma
memancar cahaya seluruh raga
Selasa, 30 November 2010
Coba Kembali
pelan ku tarik nafasku
rasakan desir masuki ronggaku
alirkan ke pusat otakku
dinginkan panas kepalaku
arahkan ke degub jantungku
sejukkan gersang jiwaku
pelan ku hembuskan nafas
keluar lalui lobang hidungku
lepaskan beban pikiranku
kurangi berat dentum jantungku
perlahan pejamkan mata
jernihkan rasa
singkirkan gamang luar biasa
bangkitkan yakin akan asa
renungkan jalan di bentang masa
dalam hening
ku harap semua jadi bening
dari rintih
ku harap akhirnya jadi jernih
biar bening mengalir dalam jernih
menebar pada tubuh
dalam jiwa
lewat nadi juga syaraf-syaraf inti
menuju takdir kesemestaan diri
menuju tetap kesempurnaan sejati
rasakan desir masuki ronggaku
alirkan ke pusat otakku
dinginkan panas kepalaku
arahkan ke degub jantungku
sejukkan gersang jiwaku
pelan ku hembuskan nafas
keluar lalui lobang hidungku
lepaskan beban pikiranku
kurangi berat dentum jantungku
perlahan pejamkan mata
jernihkan rasa
singkirkan gamang luar biasa
bangkitkan yakin akan asa
renungkan jalan di bentang masa
dalam hening
ku harap semua jadi bening
dari rintih
ku harap akhirnya jadi jernih
biar bening mengalir dalam jernih
menebar pada tubuh
dalam jiwa
lewat nadi juga syaraf-syaraf inti
menuju takdir kesemestaan diri
menuju tetap kesempurnaan sejati
Langganan:
Postingan (Atom)