sungguh berat menjadi diri
berdiri tegak di tengah hari
tatap masa depan yang mandiri
tundukkan hati di bawah duli
luluhkan jati ke hadirat Ilahi
singkirkan hasrat akibat peduli
pada nilai-nilai kanan kiri
ingin saja terus berlari
songsong takdir di ujung hari
sambut tetap sepenuh hati
ingin terus tetap tunduk
meski dada penuh kecamuk
biar sombong jadi remuk
ubah batu jadi tawadhu'
Rabu, 18 Mei 2011
Jumat, 06 Mei 2011
d e w a s a
menjadi dewasa
tak selalu terkait dengan usia
tidak pula dengan pengetahuan
menjadi dewasa
lebih terkait dengan perjalanan jiwa
pengalaman hidup yang membekas di hati
menjadi dewasa
bukan berarti bebas melakukan segala
apalagi untuk bertindak semena-mena
menjadi dewasa
berarti menjadi lebih bermakna
lebih memberi arti bagi keragaman jiwa
menjadi dewasa
bukanlah mengunggulkan ego semata
bukan pula meremehkan sesama
menjadi dewasa
berakhir pada penghormatan sekitarnya
akui makna dalam tiap raga
tak selalu terkait dengan usia
tidak pula dengan pengetahuan
menjadi dewasa
lebih terkait dengan perjalanan jiwa
pengalaman hidup yang membekas di hati
menjadi dewasa
bukan berarti bebas melakukan segala
apalagi untuk bertindak semena-mena
menjadi dewasa
berarti menjadi lebih bermakna
lebih memberi arti bagi keragaman jiwa
menjadi dewasa
bukanlah mengunggulkan ego semata
bukan pula meremehkan sesama
menjadi dewasa
berakhir pada penghormatan sekitarnya
akui makna dalam tiap raga
Jumat, 29 April 2011
puisiku
kian ku sadari
berlimpah cintamu padaku
berruah sayangmu padaku
makin ku rasai
tak pernah kau tinggalkan aku
tak pernah kau biarkan aku
kian ku yakini
menyatu jiwa tak terbatas waktu
memadu cinta tak terkungkung raga
selalu kau hadir untukku
di saat ku ragu dalam langkahku
di kala ku bimbang dalam yakinku
di waktu ku benar-benar membutuhkanmu
makin tak mungkin ku ingkari
kaulah anugerah terindah bagiku
di antara nikmat terbesar dalam hidupku
dan kembali ku tundukkan kepala
bersimbah di atas sajadah kita
pada Ia yang Maha Segala
yang tlah perkenankan abadi dalam jiwa
berlimpah cintamu padaku
berruah sayangmu padaku
makin ku rasai
tak pernah kau tinggalkan aku
tak pernah kau biarkan aku
kian ku yakini
menyatu jiwa tak terbatas waktu
memadu cinta tak terkungkung raga
selalu kau hadir untukku
di saat ku ragu dalam langkahku
di kala ku bimbang dalam yakinku
di waktu ku benar-benar membutuhkanmu
makin tak mungkin ku ingkari
kaulah anugerah terindah bagiku
di antara nikmat terbesar dalam hidupku
dan kembali ku tundukkan kepala
bersimbah di atas sajadah kita
pada Ia yang Maha Segala
yang tlah perkenankan abadi dalam jiwa
Langganan:
Postingan (Atom)