semakin kelam
semakin bermakna titik cahaya
semakin pekat
semakin berarti nyala api
itulah hidup
sebuah perjalanan nurani
ketika cobaan mematangkan kedewasaan
saat duka mendewasakan jiwa
bila kecewa berujung pada rela
dan ragu bimbang berakhir di yakin
serta iman
dalam gulita jiwa
mata hati semakin nyala
tatap titik kecil cahaya
jauh di depan sana
dalam pedih duka
peka rasa makin nyata
pahami makna perjalanan jiwa
menuju sempurna
manusia
dalam kehilangan
kepemilikan semakin bermakna
menuju abadi kebersatuan
jiwa
dalam puja-puji syukur
pada Sang Kuasa
Sabtu, 25 Juni 2011
di suatu siang (ku berdo'a)
ya Allah ya Rabb
Pemilik seluruh jiwa
Penabur benih cinta dalam sukma
semoga gelora cintaku
mengalir bersama tahmid pada-Mu
semoga gelombang rinduku
berakhir di pantai pengagungan asma-Mu
semoga dentuman gelisahku
anugerah menuju ketundukan utuh
pada-Mu
ya Allah ya Rabb...
Sang Maha Pengkabul setiap do'a
Sang Maha Penjawab setiap harap
semoga anugerah cinta di hatiku
berakhir pada syukur atas nikmat-Mu
semoga perih rindu di jiwaku
berujung pada ridlo atas segala tetap-Mu
Pemilik seluruh jiwa
Penabur benih cinta dalam sukma
semoga gelora cintaku
mengalir bersama tahmid pada-Mu
semoga gelombang rinduku
berakhir di pantai pengagungan asma-Mu
semoga dentuman gelisahku
anugerah menuju ketundukan utuh
pada-Mu
ya Allah ya Rabb...
Sang Maha Pengkabul setiap do'a
Sang Maha Penjawab setiap harap
semoga anugerah cinta di hatiku
berakhir pada syukur atas nikmat-Mu
semoga perih rindu di jiwaku
berujung pada ridlo atas segala tetap-Mu
Kamis, 23 Juni 2011
Cinta, abadi dalam kefanaan
dari tiada menuju ada
kemudian kembali menuju tiada
itulah titah setiap makhluk-Nya
berujung pada sirna
kembali tanpa makna
namun tidak dengan cinta
abadi sepanjang masa
di hati para pemiliknya
tak sirna dengan perpisahan raga
tak hilang dengan perbedaan dunia
tak luntur meski badan telah hancur
senantiasa hidup dalam aliran jiwa
mengalir dalam tiap nafas kehidupan
menembus sekat waktu dan zaman
kemudian kembali menuju tiada
itulah titah setiap makhluk-Nya
berujung pada sirna
kembali tanpa makna
namun tidak dengan cinta
abadi sepanjang masa
di hati para pemiliknya
tak sirna dengan perpisahan raga
tak hilang dengan perbedaan dunia
tak luntur meski badan telah hancur
senantiasa hidup dalam aliran jiwa
mengalir dalam tiap nafas kehidupan
menembus sekat waktu dan zaman
Langganan:
Postingan (Atom)