Ya Allah
Sang Penggenggam jiwa
gembamlah jiwaku dalam telapakMu
biar hancur seluruh keinginan
kecuali menuju-Mu
Ya Rabb
Sang Pemelihara sukma
peliharalah ruhku agar senantiasa
berada di garis-Mu
Aku linglung dalam keraguan
ragu dalam kebimbangan
ku serahkan seluruh inginku pada-Mu
biar Engkau yang putuskan segalanya untukku
biar Engkau yang tentukan jalan pemenuhan inginku
aku bimbang dalam keraguan
ragu dalam kebimbangan
biarlah sirna harapan dari pikiran
biarlah hilang keinginan dari anganan
semua milik-Mu
ku kembalikan pada-Mu
kan ku terima apapun yang Kau pilihkan untukku
kan ku syukuri apapun yang Kau tetapkan bagiku
menunduk pasrah di duli-Mu
meski peluh lumpur masih menempel di dahiku
ku serahkan hatiku padaMu
dan mohonku padaMu
perkenankan tulus sertai setiap penerimaanku
Kamis, 23 Agustus 2012
Rabu, 22 Agustus 2012
di dalam sini sayang
di sini
di dada ini
masih tersimpan rapi segumpal hati
mendetak dua denyut jiwa
jiwaku, jiwamu
di sini
di dalam sini
masih bergulung gelombang ridu
rinduku padamu
di sini
di relung jiwa
masih gemerlap megah ruang sukma
dengan terang temaram cahya cinta
hangat mendesah gelora jiwa
di sini
dalam aliran nadi
tetap mengalir sebuah nama
namamu belahan jiwa
di sini
dalam tarik nafasku
menyatu kasih luapan cinta kita
di sini
dalam diri ini
segalanya masih tersimpan rapi
cinta,
kasih,
rindu,
rasa
sebagai anugerah Sang Ilah yang mesti dijaga
di dada ini
masih tersimpan rapi segumpal hati
mendetak dua denyut jiwa
jiwaku, jiwamu
di sini
di dalam sini
masih bergulung gelombang ridu
rinduku padamu
di sini
di relung jiwa
masih gemerlap megah ruang sukma
dengan terang temaram cahya cinta
hangat mendesah gelora jiwa
di sini
dalam aliran nadi
tetap mengalir sebuah nama
namamu belahan jiwa
di sini
dalam tarik nafasku
menyatu kasih luapan cinta kita
di sini
dalam diri ini
segalanya masih tersimpan rapi
cinta,
kasih,
rindu,
rasa
sebagai anugerah Sang Ilah yang mesti dijaga
Selasa, 21 Agustus 2012
dingin, beku, hangat, cinta
kebekuan...
apapun dan bagaimanapun
hanya dapat dicairkan dengan kehangatan
karna panas akan melelehkannya
kematian...
bagaimanapun dan di manapun
tiadanya gairah untuk bergerak dan mengalir
meski nafas masih mengalir tanpa gelora
cinta....
di manapun dan kapanpun
matahari hangat dalam jiwa
pencair beku dingin dalam rasa
menebar nyaman bagi siapa pun yang dikunjunginya
rindu...
kapanpun dan apapun
dingin yang menyusup di antara hangat surya
kobarkan gelora demi sebuah sua
jiwa...
tempat kebekuan dan kematian bermula
rumah semayam bagi rindu dan cinta
apapun dan bagaimanapun
hanya dapat dicairkan dengan kehangatan
karna panas akan melelehkannya
kematian...
bagaimanapun dan di manapun
tiadanya gairah untuk bergerak dan mengalir
meski nafas masih mengalir tanpa gelora
cinta....
di manapun dan kapanpun
matahari hangat dalam jiwa
pencair beku dingin dalam rasa
menebar nyaman bagi siapa pun yang dikunjunginya
rindu...
kapanpun dan apapun
dingin yang menyusup di antara hangat surya
kobarkan gelora demi sebuah sua
jiwa...
tempat kebekuan dan kematian bermula
rumah semayam bagi rindu dan cinta
Langganan:
Postingan (Atom)