Kamis, 25 Oktober 2012

kala kembang jeruk mulai mekar

wangi bunga jeruk depan rumah
menebar wangi menembus dinding kayu
ku hirup dalam-dalam

mata terpejam
berjalan susuri lorong waktu
menuju saat kau belai daun
dengan senyum harapan akan kembang
berakhir pada buah siap dimakan

badan tergetar
lintasi ruang lintas alam
menuju waktu itu
saat kau katakan padaku
engkau segalanya bagiku

keringat bercucuran
tembus hijab antar zaman
menuju saat kau ceritakan padaku
bahwa tanaman juga butuh kasih sayang

masih saja mata terpejam
                    badan tergetar
                     keringat bercucuran
masih saja ku hidup dalam-dalam
 aroma kembang jeruk di halaman depan

Rabu, 24 Oktober 2012

Engkau bagiku

engkau tetaplah ratu
bertahta di singgasana hati
bersemayam di istana jiwa

engkau tetaplah rindu
titik di mana aku menuju
ujung dari mengembaraanku

engkau tetaplah cinta
pencair kebekuan jiwa
pembakar semangat cita

engkau tetaplah kasih
peluk hangat dingin sukma
sirna gundah ganti suka

engkau tetaplah puisi
rangkaian kata indah
untaian kalimat megah

engkau tetaplah segala
bagiku sebagai anugerah Sang Segala Maha


Minggu, 21 Oktober 2012

sebuah do'a baginya

ku serahkan gundahku pada-Mu
ku kembalikan harapku pada-Mu
Engkau yang membolak-balikkan hati
Engkau yang menggerakkan jiwa
Engkau yang mencondongkan sukma
Engkau yang menitipkan rasa
Engkau yang Maha Memelihara

Jagalah hatinya tetap menunduk-Mu
Jagalah jiwanya tetap mengarah pada-Mu
Jagalah sukmanya pada cinta-Mu
Jagalah rasa mengabdi pada-Mu
Peliharalah segalanya tetap di garis-Mu

Balikkan hati ke arah takdir terbaiknya
Arahkan jiwa ke jalan kesempurnaannya
Condongkan sukma pada muasalnya
Titipkan rasa pada penerima amanatnya
Abadikan semua dalam garis kehendak-Mu

Do'aku pagi ini....
harapkan kabul sebagai jawab-Mu

amin...