Ada Shima dalam sejarah Jawa
Ratu adil sepanjang masa
Ada Ken Dedes sang ratu jelita
Ibu raja-raja besar nusantara
Ada Gayatri sebagai penerusnya
Konseptor utama Majapahit pemersatu Nusantara
Ada Tribuana yang menjadi tangan panjangnya
Siapkan Hayam Wuruk penuhi titah kelahirannya
Ada Ratu Kalinyamat di Jepara
Panglima perempuan penguasa samudera
Ada Kartini di awal abad kebangkitan nusantara
Pembuka kesadaran emansipasi wanita
Ah….dan masih banyak lagi perempuan-perempuan luar biasa
Bertebaran di sekitar kita…
Jumat, 08 Februari 2013
Sudahlah...
Ah…tak tahulah
Ku coba untuk jalani saja
Tak perlu banyak gunakan akal
Apalagi mencoba akal-akalan
Ah…tak tahulah
Kadang jenuh ku dengan keinginan
bosan ku dengan harapan
Biar sirna saja
hilang menguap bersama embun pagi
Ah…tak tahulah
Kadang ingin ku hilangkan saja tujuan
Hidup cukup jalani tanpa menuntut kompensasi
Nikmati seluruh peristiwa yang telah digariskan-Nya
Biarkan kaki melangkah mengikuti arah
Bukan arah kita
Bukan tujuan kita
Biar semua Ia saja yang memilihkannya…
Ku coba untuk jalani saja
Tak perlu banyak gunakan akal
Apalagi mencoba akal-akalan
Ah…tak tahulah
Kadang jenuh ku dengan keinginan
bosan ku dengan harapan
Biar sirna saja
hilang menguap bersama embun pagi
Ah…tak tahulah
Kadang ingin ku hilangkan saja tujuan
Hidup cukup jalani tanpa menuntut kompensasi
Nikmati seluruh peristiwa yang telah digariskan-Nya
Biarkan kaki melangkah mengikuti arah
Bukan arah kita
Bukan tujuan kita
Biar semua Ia saja yang memilihkannya…
Minggu, 03 Februari 2013
ah, sudahlah...
berhenti detak di ujung hari
berganti gelap selubungi diri
nafas tersenggal tak selalu mati
kadang hati yang berpeluk sunyi
di hening malam berteman kelam
kala rembulan tak lagi berdandan
di temaram lampu yang hampir padam
duduk bersimpuh mengurai remuk redam
cinta tetaplah cahaya
walau gelap selalu mengelilinginya
rindu adalah bara
meski salju selalu menyiramnya
biar saja...
tak apa-apa...
terserahlah...
aku tak lagi ingin berkilah....
berganti gelap selubungi diri
nafas tersenggal tak selalu mati
kadang hati yang berpeluk sunyi
di hening malam berteman kelam
kala rembulan tak lagi berdandan
di temaram lampu yang hampir padam
duduk bersimpuh mengurai remuk redam
cinta tetaplah cahaya
walau gelap selalu mengelilinginya
rindu adalah bara
meski salju selalu menyiramnya
biar saja...
tak apa-apa...
terserahlah...
aku tak lagi ingin berkilah....
Langganan:
Postingan (Atom)