pada-Mu
mestinya semua dikembalikan
pada-Mu
mestinya semua disandarkan
pada-Mu
mestinya semua diserahkan
pada-Mu
mestinya semua ditundukkan
pada-Mu
mestinya semua berasal dan menuju
namun,
seringkali kami lupa diri
seringkali kami merasa mumpuni
seringkali kami merasa menguasai
seringkali kami mengingkari
nikmat kami salah gunakan
anugerah kami salah manfaatkan
cobaan salah kami artikan
amanat salah kami jalankan
hanya perkenan dari-Mu
untuk memperbaiki segala
cuma perkenan-Mu
yang memungkinkan perubahan segala
dan
amin
untuk setiap doa
Rabu, 03 Februari 2016
Kamis, 21 Januari 2016
Menyandar Harapan
sungguh sangat ingin aku dipuji dan disanjung
meski pengetahuan nalarku tidak mengijinkannya
sungguh sangat ingin aku dipandang sebagai hebat dan luar biasa
meski para guru mengajarkan yang sebaliknya
sungguh sangat ingin aku dikenal sebagai teladan kebaikan
mesti tata nilai dan agama yang ditanamkan padaku melarangnya
sungguh setiap saat kesombongan terjalin terpintal di antara kerendah hatian yang ku usahakan
sungguh setiap detik keakuan menuntut pengakuan akan kehebatan, meski ketika sedang menunduk di hadapan Sang Pemegang Kehidupan
tak ada kuasa untuk menghindarinya
karna kadang menghindar sama dengan meminta pengakuan yang lebih tinggi dari sebelumnya
hanya jika Engkau berkenan, segalanya menjadi tak ada halangan
hanya saat Engkau mengijinkan, kemustahilan akan berubah menjadi keniscayaan
Semoga Engkau berkenan...
Rabu, 13 Januari 2016
pada-Mu ku harap pada akhirnya...
tak lagi mampu mengingat nama
tak lagi mampu merasa detak
aku berdiri dalam diam
tak ada gerak keinginan
syarat kaku membeku
tak lagi mampu mencerna desir
tak lagi mampu mengecap air
aku tinggal dalam kehampaan
tak ada warna ataupun rupa
pada-Mu ingin ku serahkan
hanya pada-Mu
pada-Mu ingin ku kembalikan
cuma pada-Mu
tak berani aku menyebut hamba
dari-Mu Sang Maha Segala
aku hanya lah salah satu makhluk
yang ingin meng-hamba
meski sering ingin malah menyeretku
menjauh dari hamba
nalar dan akalku membenarkan seluruh realitas
ke Maha Kuasaan-Mu
detakku pun berhasrat untuk hanya menghamba pada-Mu
meski sering dalam pencarian kehambaan ku dapati
banyak keangkuhan dan kesombongan
bukannya ketundukan dan penghambaan
akhirnya...
mencoba aku terus agar kuasa-Mu
melingkup jiwaku
menghambakan nafsuku
meluruskan akal nalarku pada penghambaan
pada-Mu
hanya kuasa-Mu mampu singkirkan
gunung-gunung kesombongan dalam keakuanku
yang kadang kala tertutup kabut dari lembah kerendahan hati
mengkaburkan mata yang tak jeli
tak lagi mampu merasa detak
aku berdiri dalam diam
tak ada gerak keinginan
syarat kaku membeku
tak lagi mampu mencerna desir
tak lagi mampu mengecap air
aku tinggal dalam kehampaan
tak ada warna ataupun rupa
pada-Mu ingin ku serahkan
hanya pada-Mu
pada-Mu ingin ku kembalikan
cuma pada-Mu
tak berani aku menyebut hamba
dari-Mu Sang Maha Segala
aku hanya lah salah satu makhluk
yang ingin meng-hamba
meski sering ingin malah menyeretku
menjauh dari hamba
nalar dan akalku membenarkan seluruh realitas
ke Maha Kuasaan-Mu
detakku pun berhasrat untuk hanya menghamba pada-Mu
meski sering dalam pencarian kehambaan ku dapati
banyak keangkuhan dan kesombongan
bukannya ketundukan dan penghambaan
akhirnya...
mencoba aku terus agar kuasa-Mu
melingkup jiwaku
menghambakan nafsuku
meluruskan akal nalarku pada penghambaan
pada-Mu
hanya kuasa-Mu mampu singkirkan
gunung-gunung kesombongan dalam keakuanku
yang kadang kala tertutup kabut dari lembah kerendahan hati
mengkaburkan mata yang tak jeli
Langganan:
Postingan (Atom)