Selasa, 22 November 2016

Berhati-hatilah dalam sebuah zaman....



Berhati-hatilah berada dalam suatu zaman ketika…
Fitnah merajarela
Kebenaran hanya dijadikan alat semata
Kebencian dibuat berkuasa atas cinta
Norma dan agama menjadi topeng bagi ambisi atas kuasa

Berhati-hatilah berada dalam zaman ketika…
Para cendikia bukan mencerahkan namun menyesatkan
Para pemimpin bukan menjadi pengayom malah menjadi garong
Para hakim bukan menjadi pengadil malah menjadi penjual keadilan
Para bandit bukan dipenjarakan malah diberi penghormatan

Berhati-hatilah berada dalam zaman ketika….
Ulama tulus dihinakan dan ditinggalkan
Cendikia lurus diasingkan dan disingkirkan
Pemimpin adil digoyang untuk dijatuhkan

Berhati-hatilah berada dalam zaman ketika…
Kebatilan dibungkus sesuatu yang hak
Kebencian ditampilkan seakan bentuk kasih sayang
Pelanggaran dibuat menjadi seperti penegakan
Penyimpangan dikesankan menjadi pelurusan
Penindasan ditata menjadi pensejahteraan
Ambisi pribadi dibalut dalam pakaian kepentingan negeri

Berhati-hatilah…..


Selasa, 15 November 2016

Ada apa dengan negeriku

ada apa dengan negeriku
kebencian menyebar atas nama rasa cinta
perpecahan berhembus atas nama persatuan
kehancuran merebak atas nama penjagaan

ada apa dengan negeriku
agama sering
menjadi dalih untuk melakukan penistaan
dijadikan alasan untuk berbuat kesewenangan
dijadikan 'dasar' untuk menghancurkan kemanusiaan
dijadikan 'dalil' guna mengejar hasrat atas kekuasaan

ada apa dengan negeriku
kemarahan mengalahkan keramahan
keangkuhan menggilas ketawadluan
kebencian menyingkirkan kasih sayang

ada apa dengan negeriku
nilai-nilai keluhuran diabaikan
sementara hasrat dan ambisi dicarikan pembenaran

ada apa dengan negeriku
di mana keramahan yang dulu kita agungkan
ke mana kesantunan yang dulu kita banggakan
mengapa api dikobarkan sementara air dibuang-buang
bukan untuk memadamkan
malah agar tidak bisa untuk memadamkan

ada apa dengan negeriku

Rabu, 12 Oktober 2016

Hari ini, tak sadar kita sudah kehilangan

hari ini kita gemar mencaci
karna kita merasa benar sendiri
hari ini kita mudah menghina
karna kita merasa menjadi sang pembela
hari ini kita sering menghujat
karna kita merasa paling berhujjah
hari ini kita sering mengancam
karna kita merasa sedang mempertahankan
hari ini kita jarang saling menghormati
karna kita lalai mendengar nurani
hari ini kita jarang saling menyapa
karna kita lupa bahwa semua adalah saudara
hari ini kita jarang saling mengingatkan
karna kita lupa bahwa sering kita melakukan kesalahan
hari ini kita jarang saling berbagi senyuman
karna kita lebih senang memberi ancaman
hari ini kita jarang saling memberi
karna banyak dari kita yang lebih suka mencuri
hari ini kita jarang saling mengasihi
karna hati telah dikuasai benci
hari ini kita jarang saling menjaga
karna kita telah masuk dalam jebakan nafsu berkuasa
hari ini kita jarang saling menjaga rasa
karna kita telah ingin menjadi yang paling punya kuasa
hari ini kita ....ah....
karna kita .....sudahlah....