Tampilkan postingan dengan label persembahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persembahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Oktober 2010

do'a untuk negeri

Semua kehendak-Mu ya Rabb...
pasti tlah Kau tulis di arasy-Mu
hujan abu hingga hujan batu
banjir bandang hingga gelombang menerjang

segala yang tersurat dalam titah-Mu
tak mungkin kami hindari
semua yang termaktub dalam kitab takdir-Mu
niscaya pasti terjadi

hanya kepasrahan
itu satu-satunya harapan kami
mohon keselamatan atas jiwa-jiwa kami
   sanak famili dan juga teman-teman kami
mohon perlindungan
   dari segala adzab tak terperi

saatnya kami kembali menunduk
setelah sekian lama wajah kami mendongak
    dalam angkuh ego kami

mohon perkenan-Mu ya Rabb..
agar hikmah menerangi nurani
  untuk bangkit kembali membangun negeri
     dalam tunduk tanpa angkuh diri

semoga semua musibah ini
hanya ujian untuk mengingatkan diri kami
agar tak sewenang pada bumi

semoga semua musibah ini
bukan adzab tak terperi
   yang akan akhiri kisah negeri ini

pada-Mu kami bersimpuh
serahkan segala yang terbaik bagi kami
pada kuasa-Mu
  pada takdir-Mu
    pada tetap-Mu
      pada titah-Mu
Blogged with the Flock Browser

Jumat, 01 Januari 2010

BUAH HATI KITA


Luar biasa putra kita


                 ia tahu bapaknya lagi tak bisa apa-apa


Luar biasa putra kita

                 ia mampu tutup kesedihan dan ingin tahunya

Luar biasa putra kita

                 ia pendam segala rasa di dada

Luar biasa putra kita

                Insya Allah ia akan menjadi luar biasa


Catatan:
Seluruh persembahan di atas telah dibukukan dalam sebuah kumpulan puisi berjudul 071209 (08.25) dan dapat anda download di sini

JANGAN TERLAMBAT KAWAN

Jangan pernah ragu untuk ungkapkan cintamu


Jangan pernah tunda untuk tunjukkan kasihmu

Jangan pernah lalai untuk menyenangkan kekasihmu

Jangan pernah malu untuk mengharu biru



          Karna kita tak tahu kapan kebersamaan mesti terpisahkan

          Karna kita tak pernah tahu garis yang telah ditetapkan

          Karna kita tak pernah tahu rencana-rencan yang diatur Tuhan



Jangan sampai kau menyesal karena kedahuluan waktu

Jangan sampai kau meratap karena kehilangan waktu

Jangan sampai kau menghiba karena semua tlah berlalu



          Ketahuilah kawan,

                       Kebersamaanmu dengan kekasihmu adalah hal terindah yang dianugerahkan Tuhan

                       dan itu akan berlalu jauh lebih cepat dari perjalanan waktu



          Maka,

                    Mumpung masih bersama

                                Ungkapkan segala kepada kekasihmu

                                                                                    kepada isterimu

                                                                                           kepada pendampingmu



Biarkan mereka tahu betapa engkau mencintainya

Biarkan mereka rasa betapa engkau mengasihinya

Biarkan mereka bersemu karena engkau memanjakannya

Biarkan mereka damai karena engkau mempercayainya

Biarkan mereka bangga karena engkau segalanya

Biarkan mereka pasrah dalam lembut belaianmu

Biarkan mereka hangat dalam peluk gairahmu

Biarkan mereka terima segala kebaikan yang mengalir darimu

GELISAHKU

Tak tahu lagi aku harus bagaimana


Kepada siapa ku mesti tumpahkan segala resah

Tarikan-tarikan nafas tak lagi penuh makna

                                                 apalagi gairah



Aku tiada dalam ketiadaanmu

Aku sirna dalam kepergianmu

Aku ……

      tak tahulah meski berkata apa



           Aku harus tetap hidup

Itu aku tahu

            Aku harus mampu bangkit

Itu juga yakinku

            Aku mesti menjelma ibu bapak bagi putra kita

Itu aku mengerti



Tapi,

          Bagaimana mesti kuwujudkan lagi ketiadaan?

          Bagaimana ku munculkan lagi kesirnaan?

          Berapa lama ku mesti larut dalam ketiadaan?

          Berapa lama ku hadir dalam kesirnaan?



Terimalah kenyataan

        Ikhlaskan kepergian

                     Serahkan kepada Tuhan,

Itu nasehat orang-orang

Dan aku pun tidak menolak bahwa semua benar



Namun,

         Semudah itukah menerima kenyataan?

         Segampang itukah mengikhlaskan kepergian?

         Sesederhana itukah berpasrah kepada Tuhan?



Engkau yang senantiasa mendampingi

                                          membangun angan

                                                         merajut mimpi

                                          berjuang meniti jembatan licin untuk menggapai angan

                                    melangkah terseok di jalan terjal untuk meraih mimpi



Tiba-tiba garis Tuhan berlaku

Engkau dipanggil menghadap-Nya

                          meninggalkan angan yang sudah mulai terajut

                          mewariskan mimpi yang sudah mulai mewujud

                          menitipkan cinta yang mesti kubina



Ya Allah,

Aku tahu semua kehendak-Mu

Tapi…

           rasanya tak tahu kapan aku mampu terima garis-Mu

DO’AKU

Ya Allah,


            teguhkanlah hatiku

            kuatkanlah jiwaku

            terangilah jalanku



Ya Allah,

Aku mohon pada-Mu

            jangan hilangkan apapun akan dirinya di hatiku

            jangan sirnakan sgala keindahannya dari jiwaku

            jangan hapus ukiran-ukiran jiwa yang membentuk rasaku



Ya Allah,

Aku mohon pada-Mu

           ijinkan ia tetap bersamaku

           ijinkan ia tetap menemaniku

           ijinkah ia tetap menyemangatiku



Ya Allah,

Aku mohon pada-Mu

           masukkan ia bagian dari hamba terbaik-mu

           golongkan ia bagian dari hamba sempurna-Mu



Ya Allah,

Aku mohon pada-Mu

           anugerahkanlah segala kebaikan untuk isteriku.



                       Amin

TANYAKU

Aku masih kelu di lidahku


Aku masih kaku di gerakku

Aku masih beku di pikirku

Aku masih papa di rasaku



        Masih belum percaya aku akan sgala peristiwa

        Masih tak yakin aku akan sgala yang terjadi

        Masih belum terima aku bahwa kau telah tiada



Terlalu singkat masa kebersamaan kita

Terlalu cepat engkau berlalu



           Ketika segala angan mulai terwujud

           Ketika impian mulai terbentang

                       Engkau harus kembali pulang



Keyakinanku akan kesempurnaan peranmu

Tak mengubah kesedihan dan pertanyaanku





      ‘Mengapa Tuhan hanya menetapkan peran untukmu sebatas itu?’

      “Mengapa Ia yang Maha Segala tak memberimu waktu untuk menyaksikan
                                                                                                wujud mimpi-mimpimu?’

DO’AKAN AKU

Ul,


    Tlah kau katakan mimpi-mimpimu padaku

        meski terlalu banyak yang belum mampu kupenuhi

     Tlah ku ungkap keinginan-keinginanmu

         meski terlalu banyak yang belum kita mulai



Ul,

     Kau mendahuluiku sebelum mimpi kupenuhi

     Sebelum keinginan kita wujudkan



Ul,

    Terbetik di hatiku untuk mempertanyakan keadilan Tuhan

     Mengapa kebersamaan kita seakan disempitkan?



Tersebar dalam Kalam bahwa apapun yang diputuskan adalah kebaikan



     Tapi bagaimana mampu ku temukan kebaikan di balik perpisahan?



Ul,

     Dalam kedekatan dengan para malaikat Tuhan

          Mohonkan untukku agar mampu ku temukan kebaikan

          Mohonkan untukku agar mampu ku terima perpisahan

          Mohonkan untukku agar mampu ku tetap merasakan kebersamaan



Ul,

     Maafkan aku atas segala kesedihan

             atas semua kekecewaan

             atas setiap keacuhan



Ul,

     Bantu aku membesarkan Lana

                        mendidik Lana

                             menegaskan karakternya

                                          membaikkan hatinya

              mengantarkannya pada keluar biasaan kehidupan

Rabu, 30 Desember 2009

IBUMU

Ibumu, anakku


           Wanita luar biasa

            Perempuan unggul tiada tara



Ibumu, anakku

            Cerdas

                      Tegar

                               Berprinsip kuat



Ibumu, anakku

            Berpikir dengan cara berbeda

            Melampaui zamannya



Ibumu, anakku

            Tak pernah mengeluh

            Hanya berpasrah



Ibumu, anakku

           Tak pernah menyerah

           Terus berusaha



Bagi ibumu, anakku

                Tak ada kemustahilan di dunia



Bagi ibumu, anakku

               Kita mesti terus memberi

                meski terlalu sering disalah mengerti



Bagi ibumu, anakku

               Keberadaan kita harus berguna

               bagai telaga di sahara



Ibumu, anakku

            Tak kan bisa dijelaskan dengan kata



Ibumu, anakku

            Secuil keindahan surga yang diturunkan ke dunia



Ibumu, anakku

            Ah, tak tahu lagi aku harus berkata apa

LURUH DAN RAPUH

Hanya yang pernah mengalami perpisahan


Tahu betapa agung dan indah kebersamaan



Hanya yang pernah alami kesakitan

yang tahu betapa bernilai kesehatan



Hanya yang pernah alami keduanya

yang rasakan betapa dahsyat ketak berdayaan



Aku luruh seluruh-luruhnya dalam perpisahan

Meski tegar harus kutampakkan



Aku rapuh serapuh-rapuhnya dalam kesakitan

Meski kuat dan segar mesti tampak diluaran

INGINKU

Begitu singkat kebersamaan yang digariskan Tuhan


                                                                     untuk kita

Kalau tak ingat Lana

Ku kan berdo’a agar tanah di samping nisanmu segera terbuka

Agar raga ini segera bersemayam di sana

Agar jiwa dapat terus bersama



Tapi kita punya Lana

                         hadiah terindah dan termegah darimu

                         penerus mata rantai sejarah hidup kita



Tunggu aku di sana

Biar ku tuntaskan dulu apa yang sudah kita mulai

Biar ku tunaikan dulu amanat yang engkau percayakan padaku

Biar ku sempurnakan peranku

Lalu ….

            aku akan menyusulmu

PERCAYALAH PADAKU

Jiwa


Tenanglah di sana

           akan ku gapai apa yang tlah kita impikan

           akan ku wujudkan sgala yang ada di angan



Kau lihatlah dari sana

Bagaimana impian kita bergerak mewujud dan menjelma

Bagaimana angan kita kan menjadi nyata



Kau lihat saja dari sana

Bagaimana Maulana

                  Putra kita

                   Jantung hati kita

Akan membanggakan kita



Kau lihat saja dari sana

Tenanglah di sana

Biar di sini

                aku yang menuntaskannya

KELUHKU

Tak mungkin ku persalahkan siapapun atau apapun
                                                                  atas kepergianmu


Sebab musabab hanya jalan menuju pemenuhan
                                                                  yang telah digariskan



Tapi hati tak begitu saja mau menerima

                                             terlalu cepat rasanya kesempatan kita

                                             impian-impian yang kita bangun belum lagi
                                                                                                  menjelma

ABADI

Ku coba kumpulkan kembali serpihan-serpihan jiwa
                                                             yang melayang bersamamu




Tak ingin ku kehilangan secuil pun kenangan akan dirimu

Biarlah semua menjadi keabadian di hatiku



Mari bersama kita siapkan buah hati

                                                      Engkau di sana

                                  dan

aku di sini

Selasa, 29 Desember 2009

IKHLASKU

Nalarku tlah ikhlas melepasmu


Karna engkau adalah amanat yang dititipkan kepadaku

Tapi hati bukan nalar

Hati penuh dengan ukiran-ukiran indah kebersamaan kita

Hati penuh dengan luka lara dan suka cita kebersamaan kita



Engkau bukan sekedar amanat bagiku

Engkau bagian dari jiwaku

             pembentuk arah hidupku

                               pencipta mimpi-mimpiku



            Teriris hatiku tiap kali menatap wajahnya

             Terisak aku tiap kali melihat dirinya

Rasanya terlalu dini baginya kehilangan ibu

Rasanya terlalu cepat ia kehilangan belaianmu



Tapi Ia yang Maha Segala Tahu segalanya

Garis ketetapan-Nya haruslah diterima

                  meski penuh sesak sgala rasa tercampur di dada

MARI BERDO’A

Mari berdo’a bersama


Aku di sini dan kau di sana



Mari berdo’a untuk kebaikan dan kesempurnaan jiwa

Aku di sini memanjat segala do’a

           agar engkau selalu berada dalam limpahan-nya

           agar engkau selalu alami nikmat kesempurnaan

Engkau di sana mohon berdo’a

           agar aku mampu memegang amanah

           agar aku mampu melapangkan jalan bagi buah hati kita



Mari berdo’a bersama

Aku di sini dan kau di sana

         Semoga bahagia selalu bersama

         Semoga yang terbaik mampu dirasa

SEMPURNA



Kau sempurnakan peran dengan selesaikan semuanya


Kau sempurnakan pengabdian dengan tuntaskannya

Kau sempurnakan hidup dengan kematian

Senin, 28 Desember 2009

Kau Nomor Satu


Di kelas, kau nomor satu


Di hatiku, kau nomor satu

Di rumahku, kau nomor satu

Bahkan,

         Matipun kau nomor satu