Rabu, 10 November 2010

nyanyian rindu

kembali menyanyi merdu
    di taman hati
burung buluh perindu
mendayu
     mengalun
ke suluruh sisi

tak kan pernah kering danau cintaku
  dari tetes-tetes cintamu
tak kan pernah kering mesti
    senantiasa aliri sungai-sungai jiwaku

rindu cintaku
  terpatri utuh padamu
sebagai anugerah Sang Penguasa Waktu
 
lagu rindu mengalun syahdu
di relung sukma mengisi waktu
mendaraskan cinta tak terhalang semu
     padamu, wahai separo jiwaku

di tidurmu yang sudah tak kenal waktu
jiwamu tetap hadir temani hatiku
   menata jalan menuju temu
     lapangkan sempit menuju padu
Blogged with the Flock Browser

Senin, 01 November 2010

duka di sebuah negeri

saat air mata tertumpah

untaian kasih semakin merekah

ketika musibah bagai air baik

hasrat kebersamaan kian bergairah

 

 dalam duka

 segala yang terserak kembali terjalin bersama

 dalam luka

 yang terpisah saling mendekat

                             saling menguatkan

 dalam rintih

 ribuan kilometer tak lagi menjadi dalih

       semua melakukan pelukan jiwa

 

duka ini bukan dukamu kawan

   hati kami pun rasakan pilu tiada tara

tangismu kawan

   tlah menggungah rasa persaudaraan yang mulai sirna

mari bersama kumpulkan rasa

  saling menguatkan demi lestari jiwa

mari bersama bergandeng tangan

  saling beri uluran tangan

 

    menyingkirlah kini pertengkaran

    pergilah jauh perpecahan

    enyahlah perdebatan

kami tak lagi butuh kalian

 

kami butuhkan uluran keikhlasan

kami perlukan segala ketulusan

kami harapkan tetes-tetes kebersamaan

 

bersemilah kini persahabatan

eratlah kini persaudaraan

mari kita saling menopang

agar tegar di hadapan liar alam

   untuk bangkit di tengah reruntuhan

Blogged with the Flock Browser

Sabtu, 30 Oktober 2010

do'a untuk negeri

Semua kehendak-Mu ya Rabb...
pasti tlah Kau tulis di arasy-Mu
hujan abu hingga hujan batu
banjir bandang hingga gelombang menerjang

segala yang tersurat dalam titah-Mu
tak mungkin kami hindari
semua yang termaktub dalam kitab takdir-Mu
niscaya pasti terjadi

hanya kepasrahan
itu satu-satunya harapan kami
mohon keselamatan atas jiwa-jiwa kami
   sanak famili dan juga teman-teman kami
mohon perlindungan
   dari segala adzab tak terperi

saatnya kami kembali menunduk
setelah sekian lama wajah kami mendongak
    dalam angkuh ego kami

mohon perkenan-Mu ya Rabb..
agar hikmah menerangi nurani
  untuk bangkit kembali membangun negeri
     dalam tunduk tanpa angkuh diri

semoga semua musibah ini
hanya ujian untuk mengingatkan diri kami
agar tak sewenang pada bumi

semoga semua musibah ini
bukan adzab tak terperi
   yang akan akhiri kisah negeri ini

pada-Mu kami bersimpuh
serahkan segala yang terbaik bagi kami
pada kuasa-Mu
  pada takdir-Mu
    pada tetap-Mu
      pada titah-Mu
Blogged with the Flock Browser