tetap saja menganga lobang di dada
meski telah hampa satu warsa
pilu yang masih saja mengalirkan ngilu
pada langkah-langkah yang mesti ku pacu
tak ada yang mampu tutup lobang itu
tidak ia, ia ataupun ia
hilang jiwa memang terasa
meski hidup tak boleh putus asa
mencoba bersandar pada Sang Maha
bukan untuk hilangkan luka
karna memang tak pernah ada luka
hanya lobang menganga dalam jiwa
mencoba mengeluh hanya pada-Nya
bukan untuk abaikan segala
karna memang hanya Ia
yang mengerti sejatinya
Kamis, 02 September 2010
Senin, 30 Agustus 2010
Mendaki piramida Ramadhan
dua sembilan atau tiga puluh hari penuh cahaya
memancar menebar ciptakan piramida cahaya
dengan bintang bernama taqwa di puncaknya
Tiga tebing mesti didaki
agar semakin mendekati gemerlap cahaya
Tiap tebing mesti ditempuh dalam 10 hari
sebagaimana dalam sabda
Cahaya rahmat barokah untuk 10 hari pertama
lapang dada bagi maaf dan ampunan di 10 hari kedua
dan indahnya keselamatan dari segala bari di hari-hari akhirnya
Hanya dengan mendaki ketiganya
kita kan cium wangi surga
ketika cahya taqwa memancar dari jiwa
Sudah sampai tebing manakah kita?
Sudahkah kita di gerbang ketiga ketika pintunya hampir di buka?
Atau masih di tengah perjalanam tebing kedua?
Ah, semoga kita tidak termasuk yang belum melangkahkan kakinya
menuju tebing pertama
memancar menebar ciptakan piramida cahaya
dengan bintang bernama taqwa di puncaknya
Tiga tebing mesti didaki
agar semakin mendekati gemerlap cahaya
Tiap tebing mesti ditempuh dalam 10 hari
sebagaimana dalam sabda
Cahaya rahmat barokah untuk 10 hari pertama
lapang dada bagi maaf dan ampunan di 10 hari kedua
dan indahnya keselamatan dari segala bari di hari-hari akhirnya
Hanya dengan mendaki ketiganya
kita kan cium wangi surga
ketika cahya taqwa memancar dari jiwa
Sudah sampai tebing manakah kita?
Sudahkah kita di gerbang ketiga ketika pintunya hampir di buka?
Atau masih di tengah perjalanam tebing kedua?
Ah, semoga kita tidak termasuk yang belum melangkahkan kakinya
menuju tebing pertama
Minggu, 29 Agustus 2010
Engkau...
engkau tetaplah engkau
penghias relungku
pengisi hampaku
cahaya mataku
engkau adalah engkau
barisan 8 huruf yang slalu getarkanku
mengobar wujud bagi mimpi-mimpiku
engkau tetaplah engkau
kerlip indah dalam gelapku
sinar putih dalam hitamku
penghias relungku
pengisi hampaku
cahaya mataku
engkau adalah engkau
barisan 8 huruf yang slalu getarkanku
mengobar wujud bagi mimpi-mimpiku
engkau tetaplah engkau
kerlip indah dalam gelapku
sinar putih dalam hitamku
Langganan:
Postingan (Atom)