Rabu, 12 September 2012

rindu akan mengantarkanku padamu

tak lagi perlu sayap
tak lagi perlu kepak
karna rindu tak lagi sebagai elang

rindu kini berubah cahaya
semburat biru mengangkasa
menembus langit menuju singgasana
tempat jiwa menyambut pengantinnya

rindu kini menuju asalnya
di ketinggian gemerlap cahya
melesat cepat sekejap mata
menuju dekap belahan jiwa

tak perlu lagi kepak
tak perlu lagi sayap

Kamis, 06 September 2012

Do'aku malam ini

ya Allah, Sang Maha Cinta
Engkau yang menanam benih cinta
     mengakar kuat dan berkembang dalam jiwa
Engkau yang menebar rindu
     pada tiap sudut-sudut kalbu
Engkau yang tetapkan yakin
     akan abadi cinta di batin

Ya Allah, Sang Pemilik segala rindu
sebagaimana masih Engkau perkenankan aku
        rasakan gelora dan gelombang rindu
maka mohonku pada-Mu
perkenankan bangkit jiwaku
dalam wujud siapa pun yang Engkau mau
agar uluran tangan penuh rindu
      tersambut kembali lengan kalbu
      dalam genggam penuh syahdu

atau.....
jika tak ada perkenan-Mu
mohonku pada-Mu
    perkenankan jiwa abadi di jiwaku
    perkenankan cinta memancar di kalbu
    perkenankan belahan jiwa bersemayam abadi di hatiku
agar tak perlu lagi aku merindu
agar tak perlu lagi aku mengharap genggaman jiwaku
     dalam wujud siapapun yang Engkau mau

ya Allah, Sang Penguasa Hati
aku hanya berharap diri
mampu terima apapun yang terjadi
sebagai karunia yang mesti ku syukuri

amin...

Rabu, 05 September 2012

merindumu.........

ada saat ketika rindu mengambil segala kendali
mengalir menggerakkan nadi
memaksa jiwa duduk tertunduk lesu
  di sudut relung hati menggigil dalam beku

saat mengingatmu tak lagi menjadi penawar dahaga cinta
   saat hadir jiwamu tak cukup tenangkan gelora rindu
       saat kehendak jumpa tak lagi mau berbagi

bergulung-gulung hantam dinding jiwa
yang telah rapuh dalam duka rana
mengalir deras ke sluruh nadi raga
gerakkan kaki menuju atas pusara

tekuk kaki menunduk di hadapmu
matikan segala indera raga
     tak perlu lagi kata
            tak butuh lagi suara
cukup alirkan segala rasa
melalui hasta sentuh tanda pusara

berbincang kita dalam bahasa jiwa
tanpa syair, kalimat, atau kata
hanya rasa sebagai bahasa sukma
kau beri aku canda
namun senyum tak mampu ku buka
dahaga rindu belumlah purna
beku jiwa belum juga dicairkannya

mata hati tembus segala rintang materi
temukan sungging penenang hati

menyatulah hati bersama jiwa
biar tegar kembali menjelma