Sabtu, 24 April 2010

antara Keinginan dan Kenyataan

tinggal tangis tanpa air mata
           isak tanpa suara
                perih tanpa luka
                     sedih tiada tara

kini,
kerontang meski air menggenang
     gersang dalam guyuran hujan
          gulita di tengah gemerlap cahaya
                  pilu meski penuh gelak tawa
              
melangkah dalam lelah
    berjalan dalam bimbang
         asa seakan telah lepas dari tangan

serasa sirna sudah tongkat pegangan
    di tengah kelam hitam perjalanan
seakan patah tiang dipancang
    pada perahu di badai lautan kehidupan

tali keselamatan jiwa jauh di depan
    kesombongan semakin menghempaskan

mencoba berpasrah lawan diri sendiri
agar arus membawa pergi
   menuju daratan diri sejati

mencoba kalahkan angkuh diri
agar mungkin sucikan hati
 
     biar dzahir sayap-sayap sukma
     untuk terbang menuju arasy-Nya
     biar sempurna cerita kelana
     dengan peran ditutup paripurna
              

Jumat, 23 April 2010

Sambut Pagi

Setelah gulita dan kelam
    kau muncul dengan terang dan sinar
habis sudah dingin dan kebekuan
    kau ganti dengan hangat dan kedinamisan
sirna kelu dan kekakuan
    menjadi segar dan kesiapan

Kau hadir sebagai tanda yang baru telah dimulai
tahap-tahap dan langkah siap kembali dicanangkan
target dan tujuan tlah siap dilaksanakan

Kau hadir tandai berawalnya titik baru
titik awal dari sebuah garis keberhasilan
titik awal dari sebuah garis rancangan kehidupan
titik awal dari sebuah garis takdir yang ditetapkan

Kau hadir tandai berakhirnya kekelaman
kelam kegagalan hari-hari kemarin
kelam kegelisahan tiadanya tujuan
kelam kebimbangan akan langkah ke depan

Kau hadir bawa kesegaran
kesegaran untuk melangkah di awal hari
kesegaran untuk menetapkan tonggak keberhasilan
kesegaran untuk memastikan pelaksanaan yang telah direncanakan
setelah istirahat dari kelelahan
setelah istirahat dari kepenatan
setelah istirahat dari segala beban

Selamat datang pagi hari
semoga hangatmu hangatkan jiwaku
semoga segarmu segarkan sukmaku
semoga semangatmu semangatkan diriku
semoga seluruh kebaikan hari
               baikkan segala rencanaku
semoga mendung tak lagi
               menggantung di langit hatiku

Kamis, 22 April 2010

Coba Bangkitlah

kadang lelah dan letih
    langkah tinggal sepotong-potong
sering lemas dan patah arang
    hidup seakan tanpa tujuan
melangkah hanya ikuti arus
    tanpa tahu dan mampu mengatur arus
tujuan dan target tak lagi terpikirkan
    semua kelam tanpa titik terang

lalu,
sampai kapan?
    bilamana datang?

tak mungkin ku terus dalam keadaan demikian
ada tapak yang mesti ditegaskan
ada harapan yang mesti dijawabkan
ada amanat yang mesti dijalankan

tak boleh ku terus terjebak dalam kegelapan
ada terang yang menanti di depan
ada cerah setelah mendung hitam mengambang
ada harapan yang tak mungkin bisa hilang

demi Engkau yang kuasai segala
    dengan bersandar pada ijin dan perkenanMu
aku tegaskan pada diriku
semua akan segera berlalu
   berganti gelora dan semangat yang mengharu biru